Berita Tuban Hari Ini

VIDEO Ayah Setubuhi Anak Kandungnya Beredar Luas di Tuban, Direkam Tetangga untuk Bukti Kecurigaan

Video Ayah Setubuhi Anak Kandungnya Beredar Luas di Tuban, Direkam Tetangga untuk Alat Bukti Laporan

Penulis: Mochamad Sudarsono | Editor: eko darmoko
Twitter
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, TUBAN - Dua kali ditinggal istrinya, pria di Tuban tega menyetubuhi anak kandungnya hingga berkali-kali.

Kasus persetubuhan ini dilengkapi dengan alat bukti berupa rekaman video berisi adegan hubungan badan.

Rekaman video tersebut diambil oleh seorang tetangga di rumah pelaku di Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban.

Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan, Nur Kholis (47), asal Kecamatan Singgahan menyetubuhi anak kandungnya Bunga (17) sebanyak enam kali.

Tetangganya yang mencurigai kedekatan keduanya itu akhirnya merekam aksi persetubuhan dari balik celah dinding rumah pelaku.

Rekaman itu lalu ditunjukkan kepada perangkat desa, sebagai bukti jika kecurigaan warga memang benar adanya.

Baca juga: Izin Nikah ke Ayah, Anak Kandung Malah Ditiduri Berulang Kali, Polres Tuban Sita Bukti Rekaman Video

Baca juga: Kronologi Bapak Jadikan Anak Kandung Pemuas Nafsu Berulang Kali, Berawal Saat Istri Meninggal

Nur Kholis (kanan) tega menyetubuhi anak kandungnya di Tuban.
Nur Kholis (kanan) tega menyetubuhi anak kandungnya di Tuban. (SURYAMALANG.COM/M Sudarsono)

"Warga memang curiga atas kedekatan bapak dan anak ini, akhirnya direkam melalui handphone untuk ditunjukkan perangkat desa," ujar Kapolres saat ungkap kasus, Jumat (30/10/2020).

Perwira menengah itu menjelaskan, setelah itu pelaku dan korban dipanggil perangkat desa kemudian ditanya terkait video mesum tersebut dan memang mengiyakan.

Bahkan, tersangka juga mengaku menjanjikan membelikan pakaian untuk korban namun tidak pernah diwujudkan.

"Korban mengakui aksi bejatnya tersebut," beber mantan Kapolres Madiun di hadapan awak media.

Ditambahkan Ruruh, jika korban ini merupakan anak kandungnya dari istri pertama yang sudah meninggal.

Pelaku kemudian menikah lagi kedua kalinya dan mempunyai dua anak, namun istri keduanya juga meninggal pada 2015.

Korban sendiri tinggal di Kecamatan Senori, bersama neneknya dan meminta menikah.

Oleh neneknya diminta untuk ke rumah ayahnya di Kecamatan Singgahan.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved