Jendela Dunia
Apakah Virus Corona Bisa Dibasmi? Ada Peluang Pandemi Jadi Endemik, Covid-19 Akan Hidup Lebih Lama
Apakah Virus Corona Bisa Dibasmi? Ada Peluang Pandemi Jadi Endemik, Covid-19 Akan Hidup Lebih Lama
SURYAMALANG.COM - Covid-19 yang disebabkan virus corona yang belum bisa dibasmi, berpeluang mengubah status pandemi menjadi endemik.
Dikutip SURYAMALANG.COM dari Kompas.com (1/3/2021), survei dari Nature menunjukan, banyak ilmuwan memperkirakan virus corona menjadi endemik tapi dampaknya berkurang seiring waktu.
Lantas, apa artinya jika Covid-19 menjadi endemik, apakah virus corona bisa dibasmi?
Pada bulan Januari, Nature bertanya kepada lebih dari 100 ahli imunologi, peneliti penyakit menular, dan ahli virologi yang menangani virus corona apakah virus itu dapat dibasmi.
Hampir 90 persen ilmuwan berpendapat bahwa virus corona akan menjadi endemik.
Artinya, Covid-19 akan terus beredar dan hidup di tengah masyarakat selama bertahun-tahun mendatang.
"Memberantas virus ini (virus corona penyebab Covid-19) dari dunia saat ini sama seperti mencoba merencanakan pembangunan jalur batu loncatan ke Bulan. Itu mustahil," kata Michael Osterholm, seorang ahli epidemiologi di University of Minnesota di Minneapolis.
Kendati demikian, para ahli juga percaya bahwa dampak risiko dari Covid-19 seperti kematian, kasus infeksi, atau lockdown akan menurun seiring waktu.
Peneliti mengatakan, masa depan akan sangat bergantung pada jenis kekebalan yang diperoleh orang melalui infeksi atau vaksinasi dan bagaimana virus berevolusi.
Jika Covid-19 jadi endemik, ini akan seperti influenza dan empat penyakit yang disebabkan virus corona lainnya yang juga endemik.
Data menunjukkan, kombinasi vaksin tahunan dan kekebalan yang didapat dari infeksi penyakit membantu manusia mentolerir kematian dan penyakit musiman tanpa memerlukan lockdown, masker, dan jaga jarak.
Di sisi lain, lebih dari sepertiga responden dalam survei Nature berpendapat bahwa SARS-CoV-2 dapat dihilangkan dari beberapa wilayah dan akan terus beredar di wilayah lain.
Di wilayah tanpa Covid-19, akan ada risiko wabah penyakit terus-menerus muncul.
Namun hal ini diyakinini dapat hilang dengan cepat berkat herd immunity, asal banyak orang telah divaksinasi.
"Saya kira Covid-19 akan menghilang dari beberapa negara, tetapi dengan risiko reintroduksi berkelanjutan (dan mungkin musiman) dari tempat-tempat di mana cakupan vaksin dan tindakan kesehatan masyarakat belum cukup baik,” kata Christopher Dye, seorang ahli epidemiologi di Universitas Oxford, Inggris.