Wawancara Eksklusif
Cerita Unik Bupati Bojonegoro Hj Anna Mu'awanah Saat Tangani Pandemi Covid-19
wawancara ekslusif Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah dengan Pemimpin Redaksi Harian Surya, Febby Mahendra Putra
Penulis: Mochamad Sudarsono | Editor: isy
SURYAMALANG.COM | BOJONEGORO - Berbagai daerah telah mengalami musibah pandemi covid-19 atau wabah virus corona.
Hal yang belum pernah terjadi sebelumnya ini tentu akan mengubah pola hidup semua orang, baik di lingkungan masyarakat maupun pemerintahan.
Hal itu juga dirasakan Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah.
Selaku Bupati perempuan pertama di kabupaten berjuluk Kota Migas itu, tentu banyak sekali pengalaman yang dirasakan saat memimpin suatu wilayah di masa pandemi, baik dari segi aktivitas sehari-hari dengan keluarga, maupun saat turun ke lapangan menyapa warga.
Hal yang diinginkan tentu agar wilayah yang dipimpinnya bisa lekas terbebas dari pandemi dan kembali normal seperti sediakala.
Berbagai upaya juga terus dilakukan, hingga kini Bojonegoro berstatus zona kuning sebaran virus corona, yang sebelumnya pernah zona merah.
Bagaimana cerita selengkapnya, simak wawancara ekslusif Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah dengan Pemimpin Redaksi Harian Surya, Febby Mahendra Putra, sekaligus Direktur Pemberitaan Tribunnews, di rumah dinas Bupati, Kamis (11/3/2021).
Febby Mahendra: Sehat bu?
Anna Mu'awanah: Alhamdulilah sehat Mas Febby.
Febby Mahendra: Kebetulan kita mengalami musibah pandemi covid-19 sejak maret 2020 sampai sekarang, apa yang bisa ibu ceritakan?
Anna Mu'awanah: Secara umum ini wabah, menjadi pandemi secara international. Saya tidak berpikir akan masuk cepat di Bojonegoro.
Begitu masuk, pada15 maret 2020 kita bersama forkopimda kita membuat langkah-langkah seperti membentuk tim gugus depan.
Bojonegoro pertama kali yang membuat tim gugus pencegahan, mulai dari kabupaten, kecamatan hingga tingkat desa, kami juga libatkan sampai ke basis RT.
Evaluasi intens terhadap perkembangan covid terus dilakukan.
Sejauh ini Bojonegoro belum pernah menjadi zona hitam, zona merah pada januari lalu, kemudian orange dan kini kuning.