Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Ada Isu Dugaan Penyelewengan BPNT di Desa Selorejo Dau, Begini Reaksi Pemkab Malang

LSM Malang Corruption Watch (MCW) menduga adanya temuan penyelewangan dalam penyaluran BPNT di Desa Selorejo, Dau, Kabupaten Malang.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
erwin wicaksono/suryamalang.com
Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Erwin Wicaksono
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - LSM Malang Corruption Watch (MCW) menduga adanya temuan penyelewangan dalam penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Selorejo, Dau, Kabupaten Malang, sejak Oktober 2020.

Badan Pekerja MCW, Janwan Tarigan, menjelaskan penyaluran BPNT kepada 60 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tak sesuai skema.

Ia menjelaskan skema penyaluran BPNT harusnya melalui mekanisme elektronik.

Warga penerima bantuan diberi akun elektronik agar bisa membeli bahan pangan di pedagang bahan pangan yang disebut e-Warong.

Toko tersebut ditentukan oleh pemerintah pusat dan telah bekerja sama dengan bank penyalur.

"Di Selorejo berbeda, warga tidak lagi langsung mengambil sembako ke e-Warong langgananannya semenjak adanya instruksi dan pengkondisian oleh pihak Desa," ucap Tarigan ketika dikonfirmasi.

Janwan menduga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) turut berperan menyalurkan BPNT kepada warga, padahal warga bisa mengambilnya di e-Warong.

Sembako yang diterima warga via BUMDes tersebut  jumlah tak sesuai dengan yang ada di e-Warong, yakni beras sebanyak 15 kilogram, telor 1 kilogram, dan kacang hijau setengah kilogram.

"Lewat BUMDes berkurang yakni beras menjadi 10 kilogram, telor setengah kilogram, dan kacang hijau seperempat kilogram. Ini bukan tentang besar-kecilnya yang dikorupsi. tapi perilaku korupsi sekecil apapun akan meluas ke sektor yang lain," jelasnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved