Sidang Tragedi Kanjuruhan

Kisah Ngeri Aremania dan Pemilik Warung Diungkap Saat Bersaksi di Sidang Kasus Tragedi Kanjuruhan

Aremania korban Tragedi Kanjuruhan dan pemilik warung di stadion Kanjuruhan menceritakan kembali pengalaman kelamnya pada 1 Oktober 2022 malam

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Habibur Rohman
ILUSTRASI - Suasana sidang kasus 'Tragedi Kanjuruhan' yang dipimpin Hakim Abu Achmad Sidqi Amsya, Mangapul dan I Ketut Kimiarsa digelar di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya Kelas 1A Khusus, Senin (16/1/2023). Sidang lanjutan hari ini menghadirkan korban Tragedi Kanjuruhan sebagai saksi 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Kisah ngeri peristiwa Tragedi Kanjuruhan diungkap di ruang sidang Pengadilan Negeri Surabaya dalam agenda pemeriksaan saksi-saksi, hari ini, Kamis (19/1/2023).

Para saksi, yang merupakan Aremania korban Tragedi Kanjuruhan dan pemilik warung di stadion Kanjuruhan itu menceritakan kembali pengalaman kelamnya saat laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya malam itu pada 1 Oktober 2022.

Penggambaran bagaimana kekacauan di stadion Kanjuruhan kala itu sudah terungkap saat sidang pertama dengan terdakwa Suko Sutrisno selaku Security Officer Arema FC.

Baca juga: 18 Aremania Korban Tragedi Kanjuruhan Didatangkan, Sidang Lanjutan Digelar Offline di PN Surabaya

Untuk diketahui, sidang lanjutan Tragedi Kanjuruhan hari ini, Kamis (19/1) berkaitan dengan dua terdakwa saja yakni, Abdul Haris selaku Ketua Panpel Arema FC dan Suko Sutrisno selaku Security Officer.

Kali ini, dua terdakwa menjalani sidang secara langsung di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Suraba

Mereka berdua menjalani sidang lanjutan usai menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan pada Senin (16/1/2023).

Terdakwa yang disidang pertama yakni Suko Sutrisno. Enam orang saksi dihadirkan.

Di antaranya Bripka Eka Narariya anggota Polsek Pakis.

Tiga orang korban yakni Eka Sandi, Estu Aji Kuncoro, dan Achmad Syaifuddin.

Dua saksi lainnya, Yunani dan Nanang Efendi saksi dari latar belakang pemilik warung di sebelah pintu Stadion Kanjuruhan nomor 10.

Secara keseluruhan, terungkap kerusuhan maut di stadion Kanjuruhan usai satu orang Aremania turun ke lapangan memeluk salah seorang pemain Arema FC.

Diduga suporter bertindak seperti itu lantaran kecewa Arema FC kalah melawan Persebaya. Cara protesnya begitu.

Istilah dalam dunia bola, suporter turun ke lapangan mendatangi pemain adalah pitch invander.

Sesaat dari aksi itu, sejumlah suporter dari beberapa tribune ikut-ikutan turun ke lapangan.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Tribun Shopping

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved