Berita Malang Hari Ini

Sutiaji Antisipasi Panic Buying Dampak Inflasi di Kota Malang

Wali Kota Malang, Sutiaji telah menginstruksikan jajarannya untuk menganalisis dan menentukan langkah agar inflasi dapat dikendalikan.

Penulis: Benni Indo | Editor: rahadian bagus priambodo
Humas Pemkot Malang
Wali Kota Malang, Sutiaji saat inspeksi ketersediaan bahan pokok di Pasar Klojen 


SURYAMALANG.COM | MALANG – Wali Kota Malang, Sutiaji menyatakan inflasi telah memberikan pengaruh luar biasa terhadap pertumbuhan ekonomi. Oleh karenanya, mengacu pada tingkat inflasi sebelumnya, ia menyatakan telah menginstruksikan jajarannya untuk menganalisis dan menentukan langkah agar inflasi dapat dikendalikan.

"Inflasi dan pertumbuhan ekonomi ini memiliki korelasi yang kuat, saling berkaitan satu sama lain, kalau inflasi tinggi pertumbuhan ekonomi terhambat, tetapi kalau stabil maka ya mendorong pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, inflasi Desember 2022 jadi acuan. Saya instruksikan lewat asisten 2 langsung dianalisis dan ditindaklanjuti sampai ini bisa terkendali,” ujar Sutiaji.

BPS Kota Malang mencatat angka inflasi Kota Malang secara Mounth to Mounth (mtm) atau bulan ke bulan sebesar 0,15 persen. Angka ini menjadi yang terendah di Jawa Timur dan sekaligus di bawah nasional.

Inflasi 0,15% ini sekaligus menjadi stimulus positif menatap perjalanan inflasi Kota Malang secara year to year (yoy) atau tahun ke tahun. BPS pun memberikan kredit poin terhadap kebijakan Pemerintah Kota Malang dalam mengendalikan angka inflasi Januari lalu.

Dia menyebutkan, stabilnya tingkat inflasi akan membuat daya beli masyarakat meningkat. Menurut Sutiaji, inilah yang perlu diantisipasi oleh Pemkot Malang dan stakeholder terkait agar posisi permintaan dan penawaran tetap berimbang.

"Yang jelas daya beli masyarakat pasti naik, pasti akan meningkat, ini yang patut diwaspadai. Kami telah siapkan langkah antisipasi karena memang harus berkelanjutan. Tujuannya adalah keseimbangan antara permintaan dan penawaran,” terang Sutiaji.

Dampak yang menurut logis bagi Sutiaji adalah terjadinya panic buying di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa Pemkot Malang telah menyiapkan langkah agar masyarakat tetap tenang, tidak terpancing.

“Konsekuensi logisnya bisa saja masyarakat panic buying, tetapi saya harap masyarakat tidak melakukan itu. Tentu semua harus sebijaksana mungkin menggunakan keuangan, tidak perlu berlebihan,” katanya.

Sutiaji juga sudah memastikan melalui Bulog Kancab Malang bahwa ketersediaan bahan pokok di Kota Malang aman dan terkendali. Sutiaji juga mengingatkan pada pasar untuk tidak mengambil kesempatan dalam kondisi seperti ini sehingga kondusifitas tetap terjaga.

"Semuanya normal, ketersediaan sembako aman dan terkendali. Bulog sudah mengkonfirmasi itu, tinggal bagaimana perilaku pasar yang terjadi, tetapi saya sangat menghimbau jangan ada permainan pasar dan mengambil kesempatan, jadi mari kita jaga kondusifitas ini dengan baik".

Menurut sumber dari Bulog per 10 Februari, ketersediaan stok yang ada di antaranya beras 1.336.645 Kg, gula 86.887 Kg, serta minyak goreng 39 ribu liter.

Kepala Perum Bulog Cabang Malang, Siane Dwi Agustina mengatakan masih ada ribuan ton beras cadangan yang tersimpan di Gudang Bulog saat ini. Stok beras pun diperkirakan masih aman hingga akhir Februari 2023.

Selanjutnya, panen raya diperkirakan akan berlangsung pada Maret 2023. Dikatakan Ane, sapaannya, ada empat gudang di wilayah kerjanya yang bisa mendistribusikan beras ke kawasan Malang Raya dan Pasuruan Raya.

“Kami memiliki empat gudang di wilayah kerja Malang meliputi Kabupaten dan Kota Pasuruan. Lalu untuk Malang Raya ada di Gadang dan Bonagung. Stok masih sekitar 3 ribuan ton lebih. Bisa bertahan hingga selesai Februari 2023, nanti,” ujarnya.

Memasuki panen raya nanti, Perum Bulog Cabang Malang akan menyerap hasil panen beras dari petani untuk disimpan kembali ke dalam gudang. Namun belum diketahui pasti berapa serapan yang akan diambil. Ane mengatakan, menunggu kebijakan dari pusat mengenai jumlah serapan yang dilakukan.

“Besaran serapannya itu nanti yang menentukan adalah pusat,” katanya.

Di tengah kondisi kenaikan harga beras saat ini, distribusi beras murah Bulog di wilayah Malang Raya terus dilakukan setiap hari. Bulog menyasar sejumlah pasar tradisional hingga toko retail. Harga beras Bulog terhitung cukup terjangkau di pasaran dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 9.450 per kilogramnya. (Benni Indo)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved