Berita Malang Hari Ini

Tren Sekolah Pakai PLTS Atap di Kota Malang, Biaya Lebih Murah dan Gak Gampang Jegleg

SDN Lowokwaru 1 Kota Malang menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Kepala SDN Lowokwaru 1 Kota Malang, Kurniati dengan latar belakang PLTS atap yang bisa menghasilkan daya 5500 watt. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - SDN Lowokwaru 1 Kota Malang menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

PLTS tersebut hasil donasi dari alumnusnya, Nur Pamudji.

10 panel PLTS terpasang di SDN yang berlokasi di Jalan Letjen Sutoyo V/33 tersebut.

Setiap panel memiliki daya 550 watt.

"10 panel tersebut menghasilkan daya 5500 watt," kata Kurniati, Kepala SDN Lowokwaru 1 kepada SURYAMALANG.COM, Senin (27/2/2023).

Penggunaan PLTS atap bernama Soekaesi itu diresmikan pada 17 Februari 2023.

Soekaesi merupakan ibu dari Nur Pamudji, dan juga guru di SDN Lowokwaru 1 pada periode 1960-1980.

Kurniati mengungkapkan Pamudji lulus dari SDN Lowokwaru 1 pada tahun 1973.

Kemudian Pamudji menawarkan pemasangan PLTS atap di sekolah tersebut.

"Sepertinya beliau sudah memasang PLTS di SMPN 3 dan SMAN 8 yang juga almamaternya," terangnya.

Vendor memasang PLTS atap di SDN Lowokwaru 1 pada mulai 17 Januari 2023.

Setelah pemasangan rampung, langsung diresmikan, dan bisa digunakan.

Kurniati mengungkapkan ada beberapa SD di Kota Malang yang menggunakan PLTS. Ada SD yang menggunakan PLTS untuk dua kelas.

"Tapi sekolah ini yang memiliki PLTS dengan kapasitas paling besar," imbuhnya.

Kurniati menyebutkan 10 panel PLTS tersebut bisa memenuhi seluruh kebutuhan listrik di semua ruang pada siang hari, mulai dari 10 ruang kelas, musala, empat kantin, ruang guru, rumah penjaga, ruang kepala sekolah, perpustakaan, dan rumah dinas.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved