Malang Plaza Terbakar
Pedagang Malang Plaza Masih Belum Bisa Tempati Sarinah, Ini Alasannya
Sejumlah pedagang Malang Plaza masih belum menempati Sarinah sebagai tempat relokasi.
Penulis: Benni Indo | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM, MALANG - Sejumlah pedagang Malang Plaza masih belum menempati Sarinah sebagai tempat relokasi. Lantai dua Sarinah yang rencananya menjadi tempat relokasi terlihat masih dalam tahap perbaikan dan penataan. Empat orang pekerja terlihat membongkar besi yang ada di lantai dua Sarinah.
Jefri Iswanto, pedagang Malang Plaza menjelaskan dirinya masih belum bisa menempati Sarinah hingga awal Juni 2023. Padahal, rencananya para pedagang sudah bisa menempati lokasi baru dan berjualan di awal Juni ini. Jefri menjelaskan, pihak Sarinah tidak ingin penataan seperti di Malang Plaza.
"Terhambat karena faktor etalase juga. Pihak Sarinah tidak ingin penataannya seperti di Malang Plaza. Pada intinya, kami tekankan untuk Juni ini bisa menempati," jelasnya.
Para pedagang sudah mengadakan pertemuan. Dari hasil pertemuan tersebut, diharapkan pengerjaan etalasi sudah selesai pada 15 Juni 2023. Setelah itu, sesegera mungkin pedagang berjualan. Saat ini, mereka sangat ingin bisa berjualan kembali seperti semula untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-sehari.
Pasca kebakaran Malang Plaza pada 2 Mei 2023, para pedagang belum berjualan seperti biasanya. Mereka berjualan dengan cara masing-masing, sebagian besar berjualan online.
"Para pedagang bernegosiasi standar spesifikasi material etalase dan penyekat antar konter dengan Sarinah. Pihak Sarinah mewajibkan etalase menggunakan material HPL bukan aluminium," ujar Jefri.
Negosiasi tersebut sempat terjadi tarik ulur sehingga berdampak pada rencana pembukaan tempat relokasi yang baru. Para pedagang mengharapkan pihak Malang Plaza bisa membantu kebutuhan sehingga rencana menempati lokasi bisa segera terlaksana.
Susilo, seorang tukang yang ditemui di lokasi mengatakan baru bekerja pada Kamis pekan ini. Ia bersama teman-temannya yang lain bekerja untuk membongkar aluminium dan bahan-bahan lainnya. Ia menjelaskan, butuh waktu untuk bisa memasang semua kebutuhan.
"Saya tidak tahu berapa hari selesainya," ungkapnya.
Susilo mengatakan, ia bersama teman-temannya akan memasang sekat antar konter. Saat ditemui di lokasi, ia sedang memberesekan aluminium. Tidak terlihat bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat sekat antar konter.
"Ya kami kerjakan aluminium dulu. Tadi habis membongkar yang dekat tembok itu," ungkapnya.
Direktur Malang Plaza, Laurencia Ike Anggraini melalui pesan pendek kepada jurnalis menjelaskan pihaknya menghadapi kendala pemesanan etalase. Etalase yang dibangun harus seragam sehingga butuh waktu untuk mendapatkan bahan.
"Masih mundur terkendala pemesanan etalase yang hampir 100 unit dan harus seragam. Mohon doanya agar segera selesai. Saat ini sedang pembenahan sekat-sekatnya," ujarnya.
Kuasa hukum Malang Plaza, Solehoddin menyatakan pengerjaan etalase untuk pedagang masih terus dilakukan. Menurutnya, kendala yang dihadapi saat ini sudah menemui solusi bersama. Tinggal menunggu waktu untuk penyelesaian pengerjaan.
"Memang ada beberapa kendala, salah satunya tentang standar pengerjaan etalase. Namun problem itu sudah menemui titik temu. Semua sepakat antara manajemen dan Sarinah,” ucap dia. (Benni Indo)
Kondisi Sulit, Manajemen Malang Plaza Terpaksa PHK 35 Karyawan |
![]() |
---|
Bertemu dengan Pemilik Saham Malang Plaza, 12 Pemilik Tenant Ajukan Dua Tuntutan |
![]() |
---|
Manajemen Malang Plaza Tegaskan Tidak Ada Hubungan Hukum dengan Pemilik Tempat |
![]() |
---|
12 Pedagang Malang Plaza Mengadu ke Dewan karena Tak Dapat Jaminan Ganti Rugi |
![]() |
---|
Pedagang Korban Kebakaran Malang Plaza Tanggapi Hasil Labfor, Pasrah dan Berharap Hal Baik Berpihak |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.