Berita Malang Hari Ini

Prodi S1 Teknik Elektro ITN Malang Menambah Doktor Baru

Prodi S1 Teknik Elektro Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menambah doktor baru. Namanya Dr Irmalia Suryani Faradisa ST MT.

ITN Malang
Dr Irmalia Suryani Faradisa ST MT 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Prodi S1 Teknik Elektro Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menambah doktor baru. Namanya Dr Irmalia Suryani Faradisa ST MT.

Ia adalah doktor bidang Teknik Biomedik dan menyelesaikan program  doktoral dari Program Studi Doktor Teknik Elektro (PSDTE), Fakultas Teknologi Elektro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Teknik biomedik atau biomedical engineering adalah jurusan yang menggabungkan bidang ilmu kedokteran (medis) dan teknologi. Disertasi Irma yang berjudul Klasifikasi Sinyal Fetal Phonocardiogram untuk Kesehatan Jantung Janin Menggunakan Optimized Neural Network.

"Pemantauan kesehatan janin merupakan hal yang penting dilakukan pada masa kehamilan. Hal ini  berguna untuk bisa melihat perkembangan janin dari waktu ke waktu," jelas Irma dalam rilis humas ITN Malang, Minggu (9/7/2023).

Apalagi di negara berkembang seperti di Indonesia. Dimana kondisi kesehatan ibu hamil berisiko tinggi kurang mendapat perhatian.

Maka perlu dilakukan pemantauan intensif untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan begitu bisa mengurangi angka kematian bayi baru lahir.

"Di daerah terpencil ataupun pada fasilitas kesehatan tingkat pertama, biasanya tenaga kesehatan (bidan) kurang mengetahui secara detail apakah janin nantinya lahir dalam kondisi sehat atau tidak," papar Irma.

Jika bayi lahir dalam kondisi tidak sehat dan tidak tertangani dengan baik akibatnya hal fatal bisa saja terjadi. Maka jika mengetahui kondisi lebih dini dari kesehatan jantung janin, maka penanganan untuk kelainan tersebut dapat segera diantisipasi. Hal ini bisa mengurangi resiko kematian bayi baru lahir yang diakibatkan oleh kelainan jantung.

Ia berharap inovasi yang ia rancang dapat memberikan solusi penanganan kesehatan janin lebih dini pada masa kehamilan ibu yang selama ini kerap terhambat.

"Baik karena mahalnya alat kesehatan, maupun keterbatasan sumber daya manusia," ujar Irma.

Biasanya bidan atau nakes (tenaga kesehatan), sebutnya, untuk memantau denyut jantung janin di dalam rahim dengan alat sederhana yang disebut fetoskop.

Alat ini tentunya masih memiliki keterbatasan, karena dipengaruhi oleh objektivitas dan jam terbang dari nakes itu sendiri.  Tapi ada juga yang menggunakan USG doppler.

Di mana alat ini hanya mengetahui jumlah dari denyut jantung janinnya saja. Sementara untuk mengetahui lebih detail tentang keadaaan jantung janin diperlukan alat yang lebih canggih seperti ultrasonografi (USG) atau kardiotokografi (CTG).

Tetapi alat ini selain mahal juga membutuhkan keahlian khusus. Jika volumenya besar maka tidak bisa mobile.

Maka, dengan software berbasis neural network rancangan Irma, nakes akan lebih mudah dan akurat dalam memantau kesehatan jantung janin.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved