Berita Malang Hari Ini

Ketua Dewan Pendidikan Kota Malang Berharap MPLS Tumbuhkan Kreativitas, Inovasi dan Daya Kritis

Ketua Dewan Pendidikan Kota Malang, Dr Nur Fajar Arifin menyarankan MPLS harus bisa mendorong pengembangan kreativitas, inovasi dan daya kritis siswa

Penulis: Benni Indo | Editor: rahadian bagus priambodo
suryamalang.com/purwanto
Siswa menguap saat mengikuti upacara di hari pertama masuk sekolah di SDN Kebonsari 03, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (17/7/2023). Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2023-2024 dimulai serentak untuk mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) serta berinteraksi dengan pihak sekolah dan guru. SURYA/PURWANTO 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) harus bisa mendorong pengembangan kreativitas, inovasi dan daya kritis peserta didik baru. Sekolah harus bisa membuat program yang mengarahkan peserta didik ke tiga aspek tersebut. Hal itu disarankan oleh Ketua Dewan Pendidikan Kota Malang, Dr Nur Fajar Arifin.

"Nah, ini untuk ke depan, MPLS perlu dikembangkan dengan beberapa kegiatan yang bisa mendorong beberapa kreativitas, inovasi dan daya kritis anak-anak. Mungkin itu bisa didesain untuk menuju ke sana. Hars ada kegiatan edukatif yang merangsang mereka menumbuhkan inovasi, daya kritis dan kreativitas. Tiga hal itu salah satu elemen dasar yang dibutuhkan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah," ujar Fajar, Senin (17/7/2023).

Tiga aspek itu dinilai sangat penting karena bisa mendorong munculnya imajinasi pada peserta didik. Cara-cara pembelajaran yang menyesuaikan perkembangan psikologis akan dapat diterima dengan mudah oleh peserta didik.

"Dengan kreativitas, mereka bisa menunjukan gaya belajar yang baik. Bagaimana mereka mengkreasikan mata pelajar yang dipahami. Mereka menciptakan sesuatu yang baru, memiliki daya imajinasi yang bagus, sehingga memunculkan karya yang original selaras dengan perkembangan psikologi mereka," imbauh Fajar. 

Menurut Fajar, tujuan utama MPLS yakni mengenalkan dan mempersiapkan anak didik agar siap melakukan pembelajaran di sekolah. Melalui MPLS, peserta didik baru dapat mengetahui program sekolah, cara belajar di sekolah, hingga mengembangkan motivasi sehingga bisa belajar dengan baik. Kemudian peserta didik dapat melihat lingkungan sekolahnya, mengenal para guru yang akan mendampingi mereka. 

"Pada hakikatnya, dipersiapkan untuk peserta didik agar mereka siap belajar. Ini hakekatnya, sehingga semua kegiatan MPLS harus merujuk ke sana, tidak ada program lain selain agar siswa siap mengikuti program pembelajaran," tegas Fajar yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur 1 Pascasarjana Unisma.

Hal lain yang harus diperhatikan oleh sekolah adalah menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling menghargai. Hal ini perlu dilakukan agar peserta didik tidak melakukan perundungan. Perundungan harus dihilangkan dari lingkungan sekolah karena tidak mendukung proses pembelajaran yang baik.

"Saya kira juga sangat penting memberikan edukasi kepada anak-anak agar di antara mereka memiliki rasa kesatuan, saling menghormati sehingga mereka memiliki kebersamaan yang bagus, utuh dan menjalankan pembelajaran sekolah bersama gurunya. Adanya edukasi itu di awal, menjadi langkah yang bagus memberikan dasar kepada pelajar agar tidak melakukan perundungan. Itu juga penting dimasukan dalam materi MPLS," paparnya.

Di hari pertama pelaksanaan MPLS, Fajar tidak menemukan adanya laporan negatif. Menurutnya, penyelenggaraan sudah dilakukan dengan baik sejauh ini. (Benni Indo)

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved