Kronologi Bocah Kecanduan Bensin sampai Dihirup Saat Tidur, 3 Tahun Ketagihan Akhirnya Putus Sekolah

Kronologi bocah kecanduan bensin sampai dihirup saat tidur, 3 tahun ketagihan akhirnya putus sekolah.

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Eko Darmoko
Deanza Falevi/TribunJabar.id
IG di Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Kronologi bocah kecanduan bensin sampai dihirup saat tidur, 3 tahun ketagihan akhirnya putus sekolah 

Acah menyebutkan IG telah menjalani berbagai cara pengobatan.

Mulai dari pengobatan umum ke Puskesmas, lalu ke RSUD Bayu Asih, hingga saat ini, IG tengah menjalani pengobatan alternatif.

"Sudah ke dokter itu ke puskesmas, lalu ke RSUD Bayu Asih, dikasih obat keras untuk saraf, tapi belum ada perubahan," ujarnya.

"Tapi pas jalanin pengobatan alternatif sekarang sudah mendingan," kata Acah.

Lebih lanjut Acah mengatakan, pengobatan alternatif tersebut baru ia ketahui setelah berkenalan dengan salah satu tokoh masyarakat Purwakarta, yakni Saiful Bahri atau kerap disapa dengan Om Zein.

"Jadi untuk pengobatan sudah kami tanggung, anak ini sudah melakukan pengobatan alternatif di terapis Kang Haris. Alhamdulillah, baru tiga minggu berjalan sudah ada perubahan," kata Om Zein. 

Perubahan yang dimaksud, lanjut Om Zein, IG kini sudah mengurangi mencium aroma bensin.

"Jadi kalau sebelum pengobatan itu, IG selau bawa-bawa botol isi bensin yang engga pernah dilepas," ujar Om Zein.

"Sekarang, sudah dikurangi, jadi kalau mau ke masjid, itu dilepas. Ada lah sekitar 3-4 jam untuk lepas dari mencium aroma bensin," kata Om Zein.

Kebiasaan mencium aroma bensin yang dilakukan oleh IG membuat dirinya berhenti sekolah.

IG hanya menjalani pendidikan hingga kelas 3 sekolah dasar.

Namun, IG mengaku ingin segera masuk sekolah bila sudah sembuh dari kecanduan mencium aroma bensin.

"Jadi sih anak ini berhenti sekolah, malu katanya. Tapi pengen balik sekolah lagi kalau sudah sembuh," ucap Om Zein.

Selama IG kecanduan aroma bensin, Dinas Sosial (Dinsos) Purwakarta baru mendatangi kediamannya satu kali.

"Waktu itu pernah sekali, cuman yah dikasih tahu aja untuk tidak hirup aroma bensin. Habis itu sudah engga pernah ada datang lagi," kata Acah.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved