Berita Malang hari Ini
Profil Aulia Dzakiyyah Nur Laili, Bibit Baru Atlet Perisai Diri dari ITN Malang
Mahasiswa baru Aulia Dzakiyyah Nur Laili menjadi bibit baru atlet dari Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang).
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM,MALANG-Mahasiswa baru Aulia Dzakiyyah Nur Laili menjadi bibit baru atlet dari Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang). Ia baru saja meraih dua juara pada Kejuaraan Nasional ke-27 Silat Perisai Diri Antar Perguruan Tinggi Tahun 2023 pada 2-6 Agustus 2022 di GOR Pajajaran Bandung pada 2-6 Agustus 2023 lalu. Ia meraih Juara 1 Solospel Putri, dan Juara 1 tanding kelas E Putri.
"Bangga rasanya baru mendaftar di ITN Malang langsung diijinkan mewakili kampus di kejurnas perti (perguruan tinggi) Perisai Diri. Ini merupakan kejuaraan kali pertama saya, dan langsung mendapat juara satu di dua kelas sekaligus,” ujar Aulia di Ruang Humas ITN Malang beberapa waktu lalu. Ia adalah maba S1 Teknik Sipil angkatan 2023. Adapun kejurnas ini diikuti sekitar 300 atlet dari 61 kontingen perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Event ini memperebutkan Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia. Aremanita ini berlatih silat Perisai Diri sejak ia di bangku SMA. Namun baru mendapat kesempatan mengikuti kejuaraan awal masuk menjadi mahasiswa baru ITN Malang. Ketertarikannya pada seni silat karena gerakan terlihat lebih luwes, tenang, tapi keras dan mematikan.
“Menurut saya gerakan Perisai Diri itu tenang, indah, rapi, penuh ketangkasan. Perisai Diri termasuk perguruan pencak silat yang tekniknya mematikan,” imbuhnya. Kejurnas Perti Perisai Diri, Aulia Juara 1 Solospel Putri dari 50 atlet dalam kelas ini. Solospel merupakan seni pencak silat yang diperagakan oleh pesilat tunggal dengan menampilkan kombinasi gerakan-gerakan intisari bela diri.
“Di Solospel ada 40 gerakan, seperti teknik mliwis, teknik naga, teknik kuntul, dan lain-lain. Paling tinggi teknik putri, biasanya teknik ini untuk ujian para pendekar. Alhamdulillah kemarin saya ingat urutan gerakannya. Sebenarnya wajar kalau lupa urutan, asalkan tidak sampai berhenti karena lupa,” paparnya dari rilis humas ITN Malang.
Sedang di kejurnas tanding Kelas E Putri diperebutkan oleh lima atlet dengan berat badan 65-70kg. Ia juga menyabet juara 1. Menurutnya lawan paling berat saat final menghadapi atlet dari Universitas Negeri 11 Maret Solo. Ia juga merasa tegang saat final di hari terakhir. Sebab semua mata penonton tertuju pada gelanggang. Maka ia harus bisa menjaga mentalnya.
Dikatakan, lawan memiliki bodi lebih tinggi dan besar untuk kelas 65-70 kg. Selain itu juga jago dalam tangkapan dan bantingan. Namun tendangannya tidak begitu. "Makanya saya agak kesulitan mendapat di poin bantingan. Jadi saat lawan menendang langsung saya tangkap, disinilah saya dapat poin,” cerita Aulia yang termotivasi ikut olahraga bela diri untuk bekal mempertahankan diri saat menghadapi kejahatan serta melatih mental dan hidup sehat.
Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
![]() |
---|
UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
![]() |
---|
Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
![]() |
---|
Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
![]() |
---|
Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.