Berita Malang Hari Ini

Kisah Relawan MPA, Sempat Bermalam di Hutan untuk Memadamkan Karhutla Bromo

Kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Tengger Bromo Semeru (TNBTS) kini sudah padam.

Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: rahadian bagus priambodo
suryamalang.com/Lu'lu'ul Isnainiyah
Suhartoni, relawan MPA 

Terkadang, ia dan relawan lainnya juga lupa tidak membawa logistik. Entah itu makanan maupun minuman. 

Selain itu, ketika melakukan pemadaman mereka juga berjuang dengan keselamatan diri. Di mana, banyak dari mereka yang merasa kelaparan, kehausan, dan merasakan sesak nafas. 

"Kadang harus berjam-berjam nahan lapar. Selain itu banyak yang kurang sehat karena menghirup asap dari api itu," kata pria berusia 62 tahun itu. 

Ketika ditanya mengapa Suhartono ingin bergabung dengan relawan untuk memadamkan api, ia menyebutkan karena panggilan dari hati. Dan tidak ada paksaan dari pihak mana pun. 

"Karena saya adalah warga setempat di Desa Ngadas, saya juga turut memiliki hutan dan ingin menjaga Bromo. Ketika mendengar kebakaran, hati saya terketuk untuk ikut memadamkan," bebernya. 

Ia mengaku sudah tergabung dengan MPA sejak tahun 2018. Kala itu, TN BTS juga terbakar. Namun, kondisi kebakaran lebih parah dibandingkan dengan saat ini. 

Dan saat ini kebakaran terulang. Atas kerja keras para petugas gabungan dan relawan, api kini berhasil dipadamkan. 

Suhartono merasa lega. Hutan yang sebelumnya terbakar hebat, kini sudah padam. Selanjutnya, aktivitasdi TN BTS juga kembali normal. 

Akan tetapi, Suhartono turut prihatin dengan banyaknya satwa liar yang turut terdampak atas ekosistem yang rusak.(isn)

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved