Berita Malang Hari Ini

Ekonomi Kreatif Butuh Dukungan Kebijakan Pengembangan SDM

#MALANG - Ekonomi kreatif ini mesin utamanya adalah kreativitas sehingga harus diperkuat SDM.

Penulis: Benni Indo | Editor: Yuli A
purwanto
Gedung Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, Jawa Timur, mulai beroperasi resmi, Jumat (22/9/2023). MCC diharapkan menjadi wadah bagi para pelaku ekonomi kreatif dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Sumber Daya Manusia yang berada di Kota Malang merupakan potensi bagus untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Anak-anak muda yang banyak mengenyam pendidikan di Kota Malang membuat iklim industri ekonomi kreatif tumbuh dengan potensi yang tinggi.


Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Dias Satria, menilai keberadaan SDM yang didominasi anak-anak muda kreatif di Kota Malang jarus menjadi nilai tambah. Pemerintah Kota Malang diharapkannya memiliki konsen yang kuat terhadap potensi ini. Ia juga meminta agar Pemkot Malang betul-betul maksimal jika berkolaborasi dengan para pegiat ekonomi kreatif.


"Saya melihat potensialnya sangat tinggi. Ekonomi kreatif itu menduduki posisi paling tinggi. Ekonomi kreatif ini mesin utamanya adalah kreativitas sehingga harus diperkuat SDM," ujar Dias dalam sebuah diskusi membahas potensi ekonomi kreatif yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang di Malang Crearive Centre (MCC).


Dias berpendapat, saat ini pembangunan ekonomi kreatif terkesan berfokus pada infrastruktur. Padahal yang tidak kalah penting adalah membangun manusianya yang akan menggerakan ekonomi kreatif itu sendiri.


"Pemerintah tidak boleh hanya fokus infratruktur saja," tegasnya.

Baca juga: Gedung Malang Creative Centre Tumbuhkan Ekonomi Kreatif Hingga 10,01 Persen


Ia juga mendorong agar perguruan tinggi di Kota Malang bisa mengaplikasikan temuannya yang inovatif di masyarakat. Sejuh ini, menurut Dias, banyak temuan-temuan inovatif di dalam kampus namun tidak terimplementasikan dengan baik di masyarakat. Di saat yang sama, banyak kampus telah banyak mencetak inovator.


"Kalau tidak bisa memberikan dampak, tidak dikeluarkan ke masyarakat ya percuma," paparnya.


Ia juga menyarankan bagi para pelaku industri ekonomi kreatif bisa berkolaborasi dengan pemerintah. Kolaborasi itu juga harus didorong dengan keinginan maju bersama. Dias berharap, kolaborasi justru tidak memberatkan salah satu pihak.


"Ketika kolaborasi dengan pemerintah, cari pemerintah yang mau berkolaborasi. Ketika bikin sebuah produk, bikin empatinya. Mulailah dengan hal itu agar mendapatkan perhatian," paparnya.


Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang telah mengusulkan anggaran Rp 12 miliar untuk mengembangkan MCC. Anggaran difokuskan terhadap operasional MCC dan kebutuhan dukungan sistem yang berjalan di dalamnya.


Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang, Eko Sri Yuliadi menjelaskan, biaya yang diperkirakan dibutuhkan untuk operasional dan aktivtasi MCC sebanyak Rp 8 miliar. Anggaran operasional itu untuk pembiauaan tenaga operasional, staf, pengamanan dan lainnya.


Sedangkan sisa anggaran yang lain, yakni Rp 4 miliar untuk dukungan sistem. Ada delapan sistem yang akan didukung untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif. Beberapa di antaranya yakni pembentukan rumah kurasi, penyelenggaraan kegiatan kreatif, termasuk menyelenggarakan workshop terkait industri kreatif.


"Setidaknya ada acara kreatif yang diselenggarakan oleh para pelaku. Misal sebulan sekali," papar Eko.


CEO Ngalup.co, Andina Paramitha mengatakan, penyelenggaran kegiatan yang efektif bisa mendatangkan peluang tersendiri bagi pelaku ekonomi kreatif, salah satunya adalah potensi sponsor.


“Sekaligus, memperluas jaringan para peserta misal dengan mengenal Organisasi Mahasiswa Intra Kampus dan Unit Kegiatan Mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Malang,” ujar Andien sapaan akrabnya dalam ajang seminar berjudul “Jago Bikin Event: Dari Perencanaan Hingga Mendapat Pendanaan,” pada Sabtu, (25/11/2023) di (MCC).

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved