Berita Malang Hari Ini
Wacana Pembangunan Pasar Terpadu di Kota Malang, Pedagang Tak Tertarik Pindah
Pemkot Malang berencana membangun pasar terpadu di kawasan Arjowinangun, dekat dengan Terminal Hamid Rusdi.
Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Pemkot Malang berencana membangun pasar terpadu di kawasan Arjowinangun, dekat dengan Terminal Hamid Rusdi.
Pasar yang akan berdiri di atas lahan seluas 10 hektare tersebut akan menampung sekitar 2.000 pedagang dari Pasar Kebalen, Pasar Gadang, dan Pasar Kedungkandang.
Pedagang Pasar Kebalen, Umi tidak tertarik boyongan ke pasar terpadu tersebut. Meskipun pasar terpadu tersebut akan lebih representatif, Umi tetap tidak ingin pindah ke pasar baru.
"Saya tidak mau pindah karena pelanggan sudah tahu tempat ini," ujar Umi kepada SURYAMALANG.COM, Senin (5/1).
Umi sudah lebih dari 20 tahun jualan di Pasar Kebalen. Umi tidak yakin pembeli di pasar tersebut bakal seramai Pasar Kebalen. Apalagi sekarang Umi telah memiliki pelanggan tetap di Pasar Kebalen.
Umi menilai jumlah pelanggan lebih penting daripada tempat baru. Umi mengibaratkan pasar baru itu bisa seperti rumah mewah tapi penghuninya tidak nyaman tinggal di rumah tersebut.
"Kalau seperti itu, kan tidak enak tinggal di rumah meskipun mewah. Bagi saya, yang penting pembeli ramai," ujarnya.
Pedagang Pasar Gadang, Imam Budi memiliki pendapat berbeda. Imam berharap pasar baru di Arjowinangun bisa meningkatkan pendapatan pedagang.
Pedagang kaki lima (PKL) ini sudah jualan di Pasar Gadang selama 19 tahun. Imam menilai Pasar Gadang sudah tidak kondusif. Saat berdagang, Imam harus hati-hati karena banyak kendaraan yang lewat dekat dagangannya.
"Kalau ada Pasar Terpadu, saya kira bagus. Pedagang lebih tertata karena tempat jualan ayam dan jualan sayur sudah jelas," kata Imam.
Imam tidak terlalu memikirkan banyaknya pembeli di pasar terpadu nanti. Pelanggan akan merasa nyaman jika tempat jualan tertata, rapi, dan bersih. Menurutnya, kesan yang dirasakan pelanggan saat membeli akan memberi dampak tersendiri.
"Informasinya, Pasar Gadang mau direnovasi, tapi sampai sekarang tak kunjung direnovasi. Kalau nanti pedagang pindah ke pasar terpadu, tidak masalah agar lalu lintas di sekitar Pasar Gadang lebih lancar," jelasnya.
Pedagang Pasar Kedungkandang, Untung menyarankan hanya PKL yang dipindahkan ke pasar terpadu. Menurutnya, pedagang tetap tidak perlu dipindahkan ke pasar baru.
Untung sudah jualan di Pasar Kedungkandang sejak tahun 1980. Untung keberatan bila harus pindah ke pasar terpadu. "Kalau pindah, saya harus memulai dari nol lagi," kata Untung.
Berbeda bila PKL yang dipindahkan ke pasar terpadu. Selama ini PKL jualan di Pasar Kedungkandang mulai pukul 01.00 hingga sekitar 06.00 WIB. PKL harus bergegas membereskan tempat dagangan menjelang pagi karena banyak pedagang yang akan mulai jualan di sekitar jalan raya.
Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
![]() |
---|
UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
![]() |
---|
Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
![]() |
---|
Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
![]() |
---|
Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.