Berita Viral

Kisah Sedih Verawati Guru SD Dipecat Via WA Gegara Cuma Lulusan D2, Padahal Sudah 18 Tahun Mengabdi

Viral curhatan guru SD dipecat via WhatsApp menjadi sorotan di media sosial. Mendadak dilarang mengajar padahal 18 tahun sudah mengabdi.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
Tribunnews
ILUSTRASI Guru Honorer 

Salah satu guru honorer SMPN 2 Monta, Herman mengatakan guru dan staf lainnya mempertanyakan kepada Kepsek dan bendahara sekolah namun tidak ada tanggapan.

Tangkapan layar video guru dan staf SMPN 2 Monta, Kabupaten Bima saat menyegel ruangan kepala sekolah. Video berdurasi 3 menint 44 detik memperlihatkan ruangan kepala SMPN 2 Monta dipaku menggunakan bilahan bambu.
Tangkapan layar video guru dan staf SMPN 2 Monta, Kabupaten Bima saat menyegel ruangan kepala sekolah. Video berdurasi 3 menint 44 detik memperlihatkan ruangan kepala SMPN 2 Monta dipaku menggunakan bilahan bambu. (Tribunnews)

Baca juga: Viral Ibu Menangis Histeris Peluk Pemuda Tak Dikenal, Ternyata Mirip dengan Almarhum Sang Anak

Baca juga: Kisah Malik Baru 20 Tahun Sudah Sakit Kolesterol dan Jantung, Ternyata Hal Ini Jadi Penyebabnya

"Gaji belum dibayar tiga bulan terhitung Oktober, November, dan Desember," keluh Herman menjawab TribunLombok.com (Grup Suryamalang.com), Rabu (3/1/2024).

Ia melanjutkan, para guru dan pegawai lainnya juga sudah melayangkan protes melalui pesan whatshap group namun tidak menemukan titik terang.

Bulan Oktober 2023 permasalahan ini sudah dikomunikasikan.

Bahkan bulan Nopember 2023, Korwil Kecamatan harus turun ke sekolah untuk menengahi permasalahan ini melalui rapat dewan guru.

"Saat itu pula kepala sekolah memberikan tegas akan membayar diawal Desember ini," keluhnya lagi.

Kekecewaan para guru dan staf memuncak hingga menyegel ruangan kepala sekolah.

Namun dipastikan tidak ada fasilitas sekolah yang rusak.

"Penyegelan itu kemarin," tambahnya.

Hingga saat ini para guru dan staf masih menunggu karena belum ada kejelasan dari bendahara ataupun Kepsek.

Herman menyebut, Dinas Dikpora Kabupaten Bima mengutus Korwil Kecematan turun tangan.

"Tadi malam ada respon dari dinas untuk mengutus Korwil ke sekolah guna melihat dan menanyakan secara langsung ke teman-teman," pungkasnya.

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved