Berita Malang Hari Ini

Okupansi Kamar Hotel di Kota Malang Hanya 30 persen, Fase Rendah Hunian sampai April 2024

Hunian kamar hotel di Kota Malang hanya sekitar 30 persen sampai akhir Januari 2024.

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
TribunJatim.com/ Aminatus Sofya
ILUSTRASI. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Hunian kamar hotel di Kota Malang hanya sekitar 30 persen sampai akhir Januari 2024. Diperkirakan fase rendah hunian hotel ini akan berlangsung sampai April 2024.

Meskipun tingkat hunian kamar cukup rendah, namun kunjungan ke hotel di Kota Malang masih stabil. Hotel masih sering menjadi tempat untuk pertemuan maupun rapat.

"Saat ini kunjungan hotel masih normal. Memang rata-rata okupansi antara 30 sampai 40 persen pada Januari, khususnya di Kota Malang," kata Agoes Basoeki, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang kepada SURYAMALANG.COM, Senin (29/1).

Masa peak season atau masa banyak pengunjung terjadi pada akhir 2023. Saat itu tingkat hunian kamar hotel di Kota Malang mencapai 80 persen. Bahkan ada beberapa hotel yang okupansinya mencapai 90 persen.

Agoes menambahkan tingkat okupansi hotel bisa dipengaruhi oleh adanya event atau kegiatan yang dapat mengundang orang dari luar untuk datang ke Malang. Event dapat meningkatkan okupansi karena adanya kebutuhan kamar untuk menginap.

"Kolaborasi antara pelaku usaha dengan pemerintah daerah dan institusi lain ini juga terus dikuatkan," ujarnya.

Kondisi berbeda terjadi di sektor kuliner. Bisnis di sektor kuliner masih menjadi primadona di Kota Malang. Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), UMKM di Kota Malang tumbuh dari 6.983 UMKM pada 2021 menjadi 7.920 UMKM pada 2022.

Ada dua faktor utama pendorong bertambahnya jumlah UMKM kuliner, yaitu kemajuan sektor pariwisata, dan pertumbuhan penduduk. Sesuai data BPS, pertumbuhan penduduk di Kota Malang tahun 2021 sebesar 0,13 persen, tahun 2022 mencapai 0,14 persen, dan tahun 2023 sebesar 0,12 persen.

Pertumbuhan penduduk ini membuat kebutuhan pangan turut meningkat. Sesuai data Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang, jumlah pengajuan izin kafe tahun 2021 sebanyak 571 izin, menjadi 1.515 izin pada 2022, dan sebanyak 2.051 izin kafe pada 2023.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi mengatakan di antara naiknya kunjungan wisata adalah tercapainya target pajak dari sektor hotel. Totalnya ada 3.051.252 wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang selama 2023.

"Perinciannya, 48.358 wisatawan mancanegara dan 3.002.894 wisatawan nusantara," kata Baihaqi.

Bukan hanya kafe atau restoran yang menjadi sasaran pecinta kuliner di Kota Malang. Pecinta kuliner juga sering berburu makanan di pasar tradisional.

Pedagang kuliner di Pasar Oro-oro Dowo, Novi mengaku pelanggan berdatangan setiap akhir pekan. Bahkan banyak wisatawan dari luar Kota Malang yang membeli kuliner di toko milik Novi.

"Pasar Oro-oro Dowo adalah pasar wisata. Jadi banyak wisatawan dari luar kota yang datang, bukan masyarakat Kota Malang sendiri," ujar Novi.

Novi menilai bisnis kuliner sangat menjanjikan karena Kota Malang menjadi jujugan wisatawan setiap akhir pekan. Wisatawan yang datang tidak sekadar untuk berwisata, mereka juga selalu membeli makanan.

"Ada yang beli kue lumpur. Bahkan ada yang antre untuk membeli nasi buk sejak pukul 05.00 WIB," terangnya.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved