Advetorial
Kiat Pemerintah Kota Batu Mengendalikan Inflasi Patut Diacungi Jempol
Kota Batu hingga tahun 2024 ini mampu menekan inflasi dan menjaga stabilitas performa perekonomian daerah melalui beberapa program yang dijalankan
Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, BATU - Pencapaian penanganan inflasi yang dilakukan Pemerintah Kota Batu patut diacungi jempol.
Hal itu terbukti, Kota Batu hingga tahun 2024 ini mampu menekan inflasi dan menjaga stabilitas performa perekonomian daerah melalui beberapa program yang dijalankan oleh Pemkot Batu.
Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai mengatakan, dalam mengendalikan inflasi di Kota Batu, Pemkot Batu tak dapat bekerja sendiri dan harus berkolaborasi dengan baik bersama dengan Tim Pengandali Inflasi Daerah (TPID) Kota Batu, melalui monitoring dan stabilisasi harga, operasi pasar dan percepatan penyaluran bantuan sosial.
"Bersinergi dengan para pemangku kepentingan terkait inflasi. Termasuk dengan TPID Kota Batu untuk melakukan berbagai upaya dalam pengendalian inflasi sepanjang triwulan 1 tahun 2024."
"Selain itu juga ada empat strategi (4K,red) dalam pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pokok di Kota Batu,” kata Aries Agung Paewai, Kamis (9/5/2024).
Strategi 4K tersebut ialah Keterjangkauan dan Stabilitas Harga, Ketersediaan dan Stabilitas pasokan bahan pangan,Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi yang efektif, dengan outcome adalah Indeks Perubahan Harga (IPH) atas komoditas penting yang menjadi kebututuhan terkendali.
“Sehingga daya beli masyarakat stabil yang berdampak terciptanya iklim berusaha yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan terpenuhinya kebutuhan layanan masyarakat akan bahan pokok penting,” ujarnya.
Lebih lanjut, Aries Agung Paewai menjelaskan, strategi 4K tersebut kemudian dijabarkan dalam 5 langkah konkret untuk pengendalian inflasi di Kota Batu.
Yakni, yang pertama melaksanakan operasi pasar murah atau gerakan pangan murah bekerja sama dengan Bulog divisi wilayah Malang dilaksanakan di Desa, Kelurahan dan Kecamatan di wilayah Kota Batu agar harga komoditas bahan pokok penting yaitu telur, daging ayam, gula pasir, minyak goreng, cabai rawit, sampai dengan Triwulan 1 2024 sudah dilaksanakan sebanyak 13 kali Operasi Pasar Murah.
Kedua, melaksanakan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang, inspeksi mendadak dilaksanakan untuk memantau harga 11 bahan pokok pangan stategis di pasar besar dan distributor yang berpeluang mempengaruhi tingkat inflasi.
Bekerja sama dengan Satgas Pangan Polres Batu dan pelaporan rutin perkembangan harga bahan pokok penting ke dalam Sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo).
Ketiga, melaksanakan gerakan tanam pangan cepat panen untuk komoditas cabai, serentak di lima kelurahan di Kota Batu dengan tujuan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk pengendalian inflasi.
Keempat, melakukan percepatan realisasi Bantuan Sosial Tunai bagi masyarakat untuk menjaga daya beli masyarakat dan anggaran BTT untuk Penanganan Inflasi dalam APBD 2024 sebesar Rp 13.236.703.360.
Kelima, melakukan agenda rutin dalam rangka koordinasi dan evaluasi atas kebijakan pengendalian inflasi melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah baik melalui rapat koordinasi nasional dilaksanakan rutin setiap awal minggu secara virtual yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri yang ditindaklanjuti dengan rapat koordinasi Tim teknis TPID.
Menurut Aries Agung Paewai, inflasi tetap harus dijaga dengan memberikan berbagai bantuan sosial baik kepada disabilitas, lansia, veteran dan keluarga pra sejahtera.
Kualitas Pelayanan Publik di Kota Malang Harus Ditingkatkan |
![]() |
---|
DPRD Kota Malang Selesaikan Ranperda Pertanggung-jawaban Pelaksanaan APBD TA 2023 |
![]() |
---|
GOKIL! Laptop Murah Acer Jadi Andalan Arek Malang di Momen Perjalanan yang ke-25 Tahun |
![]() |
---|
Kawan Lama Group Gelar Aksi Donor Darah di 72 Kota dan Kabupaten di Indonesia |
![]() |
---|
PT Tiga Cahaya Utama Kota Malang Berangkatkan 105 Jamaah Haji |
![]() |
---|