Sabtu, 18 April 2026

Berita Kota Batu Hari Ini

Kendala Relokasi Sekolah Terdampak Tanah Gerak di Dusun Brau, Kota Batu

Relokasi gedung SD dan SMP Satu Atap Dusun Brau Desa Gunungsari Kota Batu yang menjadi langganan bencana tanah bergerak sampai dengan saat ini masih b

Penulis: Dya Ayu | Editor: Yuli A
SURYAMALANG.COM/Dya Ayu
 Halaman sekolah SD SMP Satu Atap Dusun Brau Desa Gunungsari Kota Batu yang mengalami tanah gerak dan akan di relokasi. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Relokasi gedung SD dan SMP Satu Atap Dusun Brau Desa Gunungsari Kota Batu yang menjadi langganan bencana tanah bergerak sampai dengan saat ini masih belum dapat dilakukan.

 


Meski Pemerintah Kota Batu telah mendatangkan Ahli Geoteknologi dari Politeknik Negeri Jakarta dan ditemukan adanya akuifer yang besar di bawah lapisan tanah yang ada di Dusun Brau Desa Gunungsari sehingga mengakibatkan terjadinya tanah bergerak, rekolasi tak kunjung dilakukan.

 


Padahal dari hasil pengukura yang dilakukan, Ahli Geoteknologi merekomendasikan agar Pemkot Batu merelokasi sebagian wilayah yang berada di zona yang sudah dipetakan sesuai dengan kerawanannya, termasuk gedung sekolah SD SMP Satu Atap Dusun Brau Desa Gunungsari Kota Batu.

 


Sayangnya relokasi tak kunjung dapat dilakukan karena warga tidak ingin pindah karena lokasi sekolah yang jauh dari gedung sekolah sebelumnya.

 


“Disatu sisi kami dari Pemerintah Kota Batu ingin mencari solusi dan mengutamakan keselamatan anak-anak. Tapi kalau dipindah mereka tidak punya fasilitas sekolah yang ada di sana. Jadi saat ini kami masih mencari solusi yang terbaik,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M Chori, Senin (8/7/2024).

 


Menurut M Chori selain perlu adanya solusi dari Pemkot Batu, persetujuan dari warga juga menjadi dasar pertimbangan nantinya relokasi sekolah dapat dilakukan.

 


“Yang paling penting persetujuan warga, nanti kemudian jika sudah disepakati selanjutnya akan dibangun gedung sekolah dilahan yang dinilai aman, bisa menggunakan lahan desa,“ jelasnya.

 


Sementara itu Kepala Desa Gunungsari, Andi Susilo mengatakan sampai dengan saat ini ada dua alternatif lokasi sekolah yang telah diusulkan.

 


“Yang penting sesuai regulasi, kalau pengadaan tanah misal diwilayah Perhutani berarti perlu waktu. Kalau tanah desa ya harus musyawarah dulu, baru penetapan pelepasan tanah dan lain sebagainya,” ujar Andi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved