Breaking News

Kampus Malang Raya

1018 Ide dari Mahasiswa Baru Fakultas Teknologi Pertanian UB Malang

Wakil Dekan I Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) menjelaskan tentang kegiatan PKKMB.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yuli A
sylvianita widyawati
Kegiatan mahasiswa baru Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya saat PKKMB tingkat fakultas, Kamis (15/8/2024). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Wakil Dekan I Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) menjelaskan tentang kegiatan PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) yang unik untuk maba, Kamis (15/8/2024).

Tiap maba memberikan ide tentang SDG's (Sustainable Development Goals) atau pembangunan berkelanjutan. Ini merupakan kesepakatan global dan nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Hal ini ditetapkan pada Sidang Umum PBB pada September 2015. SDG's mencakup 17 tujuan dan sasaran global tahun 2030 yang diakui oleh negara-negara, baik yang maju maupun berkembang. "Jumlah maba FTP sebanyak 1018 orang di enam prosi. Maka ada 1018 ide karena tiap mahasiswa memiliki satu ide," jelas Endrika Widyastuti SPt MSc MP PhD pada suryamalang.com di sela kegiatan.


Maka maba memilih satu topik di SDG's dan mahasiswa memberikan mind map dalam bentuk presentasi di video ataupun tugas struktur dimana mahasiswa harus memberikan ide. Dimana mahasiswa bisa memberikan satu aspek di Indonesia terutama di teknologi pertanian. "Karena tugasnya setiap mahasiswa, maka akan terkumpul 1018 ide. Yang mana nanti dari mahasiswa akan mengolah lagi dan mendistribusikan ide tersebut supaya bisa diaplikasikan," kata dia.


Dan paling banyak tema/ide yang diangkat maba secara global adalah energi, kesehatan dan gender. Maba mengerjakan sebelum PKKMB di fakultas. "Mungkin ke depannya akan dibuat perlombaan dan diberikan apresiasi buat mahasiswa yang bagus," jawab dia. Alasan mengadakan ini karena FTP  berpatok pada program UB yaitu SDG's. Selanjutnya ide dari maba bisa disimpan untuk penelitian dan pengabdian masyarakat. 


"Konsep ini baru pertama kali ini dilakukan FTP. Dengan sejak dini maba tahu SDG's itu apa, apa yang terjadi di Indonesia dan solusinya bagaimana, maka ketika dilakukan kegiatan pengabdian, mahasiswa sudah tahu soal SDG's itu," pungkasnya. Sedang Inez Syawalytrie Favourita, maba FTP menjelaskan memang setiap maba membuat topik dari SDG's. "Saya mendapat topik pertama dari SDG's yaitu menghapus kemiskinan," kata alumnus SMAN 1 Malang ini.


Judul tugasnya adalah "Entas Kemiskinan Mewujudkan Indonesia Sejahtera dan Aman". "Dalam SDG's ini oleh paniia diminta mengangkat tiga kasus besar, mengindentifikasi masalah dan contoh kasus serta penyelesaiannya. Yang saya angkat adalah identifikasi masalah. Dimana kemiskinan adalah menjadi salah satu hal penting dan pertama dari SDG's. Akibat yang ditimbulkan dari kemiskinan banyak sekali seperti pengangguran karena keterbatasan lapangan pekerjaan dan kelangkaan sumber daya alam," jawabnya.


Maka solusinya adalah memberikan integrasi di bidang perikanan, pertanian dan perternakan. Pemerintah juga harus memutakhirkan data penduduk agar bansos tepat guna dan sasaran. "Tidak ada kesulitan saat mengerjakan tugas. Dari tugas ini juga bisa memberi saya pengetahuan yang konprehensif. Sebab saya juga riset-riset terkait SDG's," pungkasnya. Materi PKKMB tingkat fakultas diisi hal beragam. Seperti kebangsaan, akademik dan kemahasiswaan, alumni, kewirausahaan dan lainnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved