LIPSUS Potensi Properti Malang Raya
Mahasiswa Bisa Jadi Pengembang Perumahan
Setiap tahun kekurangan rumah (backlog) di Indonesia mencapai 800.000 unit. Mahasiswa bisa memanfaatkan backlog ini untuk menjadi pengembang perumahan
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Setiap tahun kekurangan rumah (backlog) di Indonesia mencapai 800.000 unit. Mahasiswa bisa memanfaatkan backlog ini untuk menjadi pengembang perumahan.
Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan Dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Junaidi Abdillah mengatakan backlog terjadi karena selalu ada rumah tangga baru yang butuh rumah.
"Kebutuhan papan itu penting, dan perlu tinggal di rumah yang sehat. Hindari tinggal di rumah yang tidak layak untuk menghindari stunting," kata Junaidi dalam kuliah tamu di Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (25/9).
Adanya kebutuhan rumah ini menjadi potensi bagi mahasiswa untuk berwirausaha di sektor perumahan. Menurutnya, mahasiswa yang tertarik bisnis perumahan bisa memulai bisnis properti dengan memastikan pasarnya dulu. "Ini harus diperhatikan sejak awal," tambahnya.
Setelah memastikan pasarnya, pengembang perlu mengetahui status dan peruntukan lahan. "Kalau akan membeli lahan ternyata peruntukkannya untuk ketahanan pangan atau sawah, lahan itu jangan dibebaskan atau dibeli. Jika peruntukan lahannya sudah jelas bukan untuk perumahan tapi tetap dibeli, maka itu sudah kerugian besar di awal," terangnya.
Pengembang juga tidak perlu membebaskan lahan yang tidak didukung akses infrastruktur. Meskipun harga tanahnya murah, tapi pengembang perlu membangun infrastruktur dengan biaya yang sangat mahal.
"Jika membangun rumah subsidi, pastikan sudah ada fasilitas umum yang mendukung di sekitarnya, seperti sarana pendidikan untuk siswa SD. Bagi pengembang kecil, hal itu harus diperhatikan," urainya.
Selain itu, pengembang juga disarankan tidak membeli lahan yang daerah rawan longsor.
"Memperhatikan kawasan sekitar lahan yang akan dibeli juga penting agar cepat laku. Misalnya, membangun kawasan yang nantinya dekat ibukota pemerintahan baru atau dekat exit tol. Menjual rumah di kawasan itu akan lebih mudah, dan harganya menjadi mahal," terang Junaidi.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UMM, Ilyas Massudin mengatakan backlog dalam perumahan adalah ketidakmampuan menyediakan permintaan perumahan.
"Apalagi pemerintah nanti menargetkan 3 juta rumah baru. Maka perlu mempersiapkan hal-hal teknis, termasuk kebutuhan bahan baku, aspek pendanaan untuk pembiayaan kredit rumah dari perbankan, dan sebagainya.
WASPADA, 60 Perumahan di Kota Batu Tak Berizin |
![]() |
---|
Cari Rumah di Malang Raya? Siapkan Uang Minimal Rp 350 Juta |
![]() |
---|
AWAS, Ada 60 Lokasi Perumahan Ilegal dari Pengembang Nakal di Kota Batu, Pembeli Wajib Cermat |
![]() |
---|
Pengembangan Properti di Kota Batu Banyak di Kecamatan Batu dan Junrejo, Bumiaji untuk Pertanian |
![]() |
---|
Pemkot Batu Dukung Investasi Bidang Properti, Integrasi Rencana Detail Tata Ruang dengan Sistem OSS |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.