LIPSUS Malang Raya Kekurangan Guru

Pengalaman Mengajar di Sekolah Swasta Kota Malang, Pernah Dilaporkan Karena Dianggap Tak Kompeten

Loresta Putri Nusantara Kasih (33) sudah menjadi guru saat masih kuliah di Univerisitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
DOK./SD Muhammadiyah 9 Kota Malang
ILUSTRASI - Kegiatan siswa SD Muhammadiyah 9 Kota Malang 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Loresta Putri Nusantara Kasih (33) sudah menjadi guru saat masih kuliah di Univerisitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Tapi saat masih kuliah, wanita yang akrab disapa Tata ini hanya menjadi guru saat Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).

Tata mengajar di SD 9 Muhammadiyah, Kota Malang sejak 24 Februari 2014. Meskipun baru pertama kali mengajar sebagai guru, Tata langsung diberi tugas untuk mengajar siswa kelas 6.

"Awalnya saya adalah guru mata pelajaran. Saya mengampu mata pelajaran PPKn dan IPS. Tapi kemudian saya ditugaskan mengajar kelas 6," kata Tata kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (5/10).

Tata pernah dilaporkan oleh wali murid ke kepala sekolah. Tata dianggap tidak kompeten mengajar karena mengajar sembari melihat buku. "Saya kira melihat buku bukan hal yang aneh bagi guru," tambahnya.

Tata memahami ekspektasi orang tua murid begitu tinggi saat menitipkan anak-anaknya di SD 9 Muhammadiyah. "Wali murid tidak percaya dengan kemampuan saya, tapi kepala sekolah memahami posisi saya sebagai guru," jelasnya.

Sekarang setiap kelas di SD 9 Muhammadiyah memiliki dua guru. Setiap pekan, para guru rapat untuk mempersiapkan motede pembelajaran di pekan berikutnya.

Menurutnya, cara itu cukup efektif untuk mempersiapkan materi dan mental guru saat mengajar. "Jadi guru tidak asal datang, terus bingung harus bagaimana," terang Tata.

Mengajar di sekolah swasta di Kota Malang memberikan kesan tersendiri bagi Tata. Menurutnya, manajemen sekolah mampu memperhatikan kesejahteraan guru. Bahkan guru yang mendapat nilai rapor bagus akan mendapat intensif tambahan.

"Setidaknya ada perhatian kesejahteraan. Para guru memang dinilai dan mendapat rapor. Jika memperoleh nilai A+, saya juga mendapat tambahan," urainya.

Penilaian meliputi cara berpakaian, ketepatan waktu, mengikuti upacara, sampai administrasi pembelajaran. Sekolah juga akan memberi intensif tambahan kepada pihak yang bisa menjadi contoh positif bagi guru dan murid.

"Sekarang masih banyak guru yang berjuang keras untuk mendapat kesejahteraan. Saya berhara pemerintah bisa memperhatikan kesejahteraan para guru," imbuhnya.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved