LIPSUS Malang Raya Kekurangan Guru
Kekurangan Guru di Kota Malang, Kemenag Sering Kirim Guru ke Sekolah Swasta
Lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang sebanyak 221 lembaga.
SURYAMALANG.COM, MALANG - Lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang sebanyak 221 lembaga.
Jumlah itu terdiri dari Raudaltul Athfal (RA) atau Taman Kanak-kanak (TK) sebanyak 103 lembaga, madrasah ibtidaiyah (MI) sebanyak 57 lembaga, Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebanyak 37 lembaha, dan Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 24 lembaga.
Total ada 32.613 peserta didik di lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag Kota Malang.
Sedangkan jumlah guru dan tenaga kependidikan yang ada di bawah naungan Kemenag Kota Malang sebanyak 2.920 orang.
Pranata Hubungan Masyarakat dan Protokoler Kemenag Kota Malang, Nur Hidayat mengatakan jumlah guru sudah cukup. Bahkan ada beberapa guru yang diperbantukan ke sekolah atau madrasah swasta.
"Jika ada kekurangan, kami mengusulkan penambahan guru saat ada penerimaan CPNS," ujar Hidayat kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (1/10).
Sebenarnya penyelenggara pendidikan swasta harus memenuhi kebutuhan guru secara mandiri. Tapi, Kemenag Kota Malang tetap memberi dukungan kepada penyelenggara pendidikan swasta dalam bentuk penugasan guru PNS ke sekolah swasta.
"Karena madrasah swasta berada di bawah yayasan, maka yayasan yang berwenang merekrut guru, termasuk penggajiannya. Ada beberapa madrasah yang menerima guru Diperbantukan (DPK) dari Kemenag," ungkapnya.
Bila ada madrasah negeri yang butuh tambahan guru, Kemenag akan menarik guru DPK dari sekolah swasta. Saat ini guru DPK yang masih bertugas di madrasah swasta sebanyak sembilan orang.
"Nantinya guru PNS itu pasti akan ditempatkan di MI negeri, MTs negeri, dan MA negeri yang ada di lingkungan Kemenag Kota Malang," tambahnya.
Hidayat mengakui keberadaan guru sangat penting untuk menunjang pendidikan berkualitas. Kemenag pun memberi pembinaan kompetensi kepada tenaga kependidikan.
Menurutnya, Kemenag selalu mendorong sumber daya manusia (SDM) memiliki kemampuan menciptakan panca prestasi, yakni prestasi akhlak, ilmu agama, ilmu pengetahuan teknologi, bahasa, budaya, seni, dan olahraga.
"Juga ada inovasi 'ngamen', yaitu ngaji manajemen. Tujuannya adalah agar madrasah swasta memiliki kemampuan manajemen dapat setara dengan madrasah negeri," katanya.
Hidayat mengajak agar guru menjadi sosok yang sempurna dalam memiliki integritas. Pasalnya, guru memiliki tanggung jawab untuk menjaga moral anak bangsa.
"Mengajar merupakan seni, terutama bagi pengampu mata pelajaran agama yang memiliki jam mengajar cukup minim. Kejiwaan dan hati guru mempengaruhi pemahaman anak-anak. Jangan sampai niat mengajar itu untuk menerima gaji dan mengharapkan dunia saja," imbuhnya.
Pengalaman Mengajar di Sekolah Swasta Kota Malang, Pernah Dilaporkan Karena Dianggap Tak Kompeten |
![]() |
---|
Solusi Kekurangan Guru di Kota Batu, Bisa Manfaatkan Guru Pelajaran Serumpun |
![]() |
---|
Kekurangan Guru di Malang Raya, Isu Utamanya Adalah Kesejahteraan |
![]() |
---|
Setiap Bulan Guru Pensiun Sebanyak 20 Orang, Kota Malang Butuh Banyak Guru |
![]() |
---|
Kekurangan Guru di Malang Raya Ganggu Kegiatan Belajar Mengajar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.