LIPSUS Malang Raya Kekurangan Guru

Solusi Kekurangan Guru di Kota Batu, Bisa Manfaatkan Guru Pelajaran Serumpun

Banyaknya guru pensiun dan meninggal yang tidak diimbangi dengan perekrutan guru baru membuat sejumlah sekolah di Kota Batu kekurangan guru.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Zainuddin
istimewa
ILUSTRASI - SMPN 02 Kota Batu 

SURYAMALANG.COM, BATU - Banyaknya guru pensiun dan meninggal yang tidak diimbangi dengan perekrutan guru baru membuat sejumlah sekolah kekurangan guru.

Pemerintah hanya merekrut guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), dan melarang sekolah merekrut guru honorer.

SMPN 02 Kota Batu kekurangan guru beberapa mata pelajaran, yaitu guru olahraga, guru Bahasa Jawa, guru IPS, dan guru Bahasa Jawa.

"Untuk mengisi guru olahraga, kami harus minta bantuan ke sekolah lain," kata Ida Misaroh, Kepala SMPN 02 Kota Batu kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (6/10).

Sekolah yang akan meminjam guru harus sepengetahuan Dinas Pendidikan (Disdik). Menurutnya, biasanya duru yang diperbantukan ke sekolah lain memang untuk menambah jam mengajar.

"Sebenarnya jam mengajarnya sudah penuh. Tapi karena saling mengerti dan kesepakatan masing-masing kepala sekolah, akhirnya saling bantu secara sukarela," tambahnya.

Saat ini hanya ada dua guru olahraga di SMPN 02 Kota Batu. Karena sekolah yang berada di Jalan Bromo itu memiliki 30 kelas, idealnya ada empat guru olahraga.

Untuk mengatasi kekurangan guru, Disdik juga bisa merotasi guru sesuai kebutuhan.

"Biasanya guru yang sudah mengajar sekitar 7 tahun akan dirotasi. Tapi, rotasi itu yang membuat kami kekurangan guru olahraga. Kota Batu memang kekurangan guru beberapa mata pelajaran, seperti guru olahraga, PPKN, IPS, dan juga Bahasa Jawa," ujarnya.

Ida menyebutkan seharusnya pemerintah merekrut guru mata pelajaran untuk SMP, baik melalui P3K maupun PNS.

"Sekarang sekolah tidak boleh mengambil guru honorer. Kami berharap guru yang sudah mengajar selama 10 tahun mendapat prioritas menjadi P3K," tambahnya.

Ida menyebutkan sebenarnya kekurangan guru tidak berdampak langsung pada kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.

"Kami memanfaatkan guru yang serumpun. Misalnya kalau tidak ada guru IPS, kami minta guru PPKN untuk mengajar. Jadi, kekurangan guru ini tidak berdampak ke siswa. Namun kami berharap pemerintah juga ada solusi sehingga kami dapat memberi pelayanan terbaik untuk siswa," jelasnya.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved