LIPSUS Marak Curanmor di Malang Raya

Malang Raya Rawan Maling Motor, Penjara Bukan Solusi

Tingginya angka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) terkait erat dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
Kompas.com
Ilustrasi Penjara 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Tingginya angka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) terkait erat dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Karena terkait dengan kesejahteraan, penjara bukan solusi untuk menekan angka curanmor.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Malang (Unisma), Fahrudin Andriyansyah mengatakan ada beberapa aspek yang menyebabkan terjadinya kejahatan. Pertama, karena faktor sosial atau lingkungan yang terkait dengan kemiskinan dan ketidaksetaraan sosial. Kemiskinan membuat orang tidak punya akses pada sumber daya sehingga tidak mendapat kesejahteraan.

"Dalam konteks curanmor, faktor sosial ini yang menjadi penyebab utamanya. Seseorang mencuri motor itu karena faktor sosial, yaitu kemiskinan dan ketidaksetaraan," kata Fahrudin kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (18/10).

Kedua, faktor lingkungan juga memberi sumbangsih pada perilaku seseorang untuk tidak atau melakukan kejahatan. "Kalau lingkungannya negatif, atau lingkungan keluarganya tidak positif, maka bisa mendorong seseorang melakukan kriminal. Sebaliknya, orang yang hidup di keluarga baik-baik saja dan lingkungan baik, kemungkinan kecil terpapar melakukan tindakan negatif atau kejahatan. Meskipun ada, jumlahnya sangat kecil," tambahnya.

Ketiga, faktor psikologis yang terkait dengan trauma, misalnya pernah mengalami kekerasan atau tekanan dari luar. Orang yang mengalami trauma akan terganggu psikologisnya, dan berimbas melakukan kejahatan.

Atau bisa juga karena faktor biologis atau genetika. Jika orang tua suka mencuri, bisa jadi akan menurun ke anaknya.

Tapi, faktor labeling juga bisa membuat seseorang melakukan kejahatan. Bila orang yang bukan pencuri tapi mendapat label pencuri, maka akan melakukan pencurian.

"Maka ada korelasi antara kesejahteran dengan faktor penyebab terjadinya curanmor," tambahnya.

Mantan koordinator Malang Corruption Watch (MCW) ini menilai penjara bukan solusi untuk menekan angka curanmor. Menurutnya, penjara merupakan jalan terakhir untuk menekan curanmor.

"Penjara bukan menjadi yang utama. Ketika tingkat kejahatan atau curanmor tinggi, maka pemerintah harus mencari akar masalahnya, yaitu kesejahteraan masyarakat," urainya.

Jika tingkat kesejahteraan masyarakat tinggi, biasanya dibarengi dengan berkurangnya tingkat kejahatan.

"Contohnya di Belanda. Tingkat kesejahteraan di Belanda bagus, dan tingkat kejahatannya rendah. Jadi orang tidak mencuri lagi karena sudah sejahtera. Jadi, penjara bukan solusi utama untuk menekan curanmor," katanya.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved