LIPSUS Antisipasi Banjir di Malang Raya
Banjir Bikin Repot Warga Kota Malang, Pedagang Harus Pergi Sebelum Hujan Turun
Air selalu menggenangi Jalan KH Malik, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang ketika hujan deras.
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Air selalu menggenangi Jalan KH Malik, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang ketika hujan deras. Kondisi ini membikin repot warga. Selain arus lalu lintas terganggu, dan warga pun sulit beraktivitas normal di wilayah tersebut.
Jalan yang terhubung sampai daerah Baran itu memiliki tingkat kemiringan cukup tinggi. Saat hujan deras, air meluncur cukup deras dari atas ke bawah. Alhasil, di wilayah bawah yang dekat dengan Perumahan Tiara Garden terdampak.
Sejumlah pedagang asongan, dan toko kelontong juga terdampak saat air deras meluncur. Warga pun harus mengatur arus lalu lintas saat genangan air mengalir di jalan raya. Pengendara motor juga kesulitan melintas di wilayah tersebut.
Sebab, banyak sampah, batu hingga sedimen di jalan raya yang terbawa derasnya air ketika hujan turun. Ketinggian air pun sampai di atas mata kaki orang dewasa.
Biasanya pedagang asongan bergegas pergi ketika hujan deras melanda wilayah tersebut. "Kalau hujan, saya langsung pergi karena kawasan ini akan banjir," kata Slamet, penjual cilok kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (1/11).
Persoalan genangan air ini juga menyulitkan warga Tiara Garden yang hendak melintasi Jl KH Malik saat hujan deras. Derasnya aliran air dari atas ke bawah cukup menyulitkan kendaraan melintasi jalan.
"Kalau mau pulang ke rumah, saya harus berhenti dulu di jalan karena kondisinya banjir," kata Brianoy, warga Perumahan Tiara Garden.
Brian berharap Pemkot Malang melihat lagi persoalan banjir, terutama di Jalan KH Malik.
"Seharusnya kepala daerah harus meninjau langsung saat hujan deras agar bisa tahu permasalahannya. Kalau seperti ini terus, kasihan warga yang terdampak," tandasnya.
Sebenarnya Pemkot sudah memperbaiki gorong-gorong di Jalan KH Malik pada 2023 lalu.
"Mungkin struktur gorong-gorong kurang pas. Air dari sebelah timur Jalan KH Malik Dalam tidak bisa langsung masuk, sehingga air dari atas dan selatan tabrakan, dan air muntah ke jalan," kata Abdul Wahid, Ketua RW 4 Kelurahan Kedungkandang.
Meskipun gorong-gorong telah diperbaiki, air masih mengalir di atas jalan raya. Biasanya genangan air langsung tuntas ketika hujan mulai reda. Namun, kondisi ini cukup mengganggu aktivitas warga.
Wahid mengusulkan Pemkot menambah jumlah sudetan di wilayah tersebut agar tidak ada lagi genangan air.
"Gorong-gorong yang kemarin tidak perlu diperbaiki lagi. Gorong-goro itu masih bisa mengatasi volume air, tapi yang penting harus ada sudetan yang agak panjang dari Jl KH Malik Dalam," ungkapnya.
Anggota DPRD Kota Malang ini telah koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruangan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang untuk mengatasi genangan air di KH Malik. Wahid mengusulkan ada pengangkutan sampah dan sedimen ketika hujan turun.
| Waspada Banjir Kabupaten Malang, 17 Kecamatan Rawan Bencana |
|
|---|
| Penanganan Banjir di Kota Malang, Masih Perlu Edukasi ke Masyarakat |
|
|---|
| Belum Ada Alat EWS Banjir di Kota Batu |
|
|---|
| Suara Sirine Kurang Kencang, Warga Belum Tahu Langkah Penyelamatan Saat Banjir di Kota Malang |
|
|---|
| Bambang Irianto: Penanganan Banjir di Kota Malang Tak Cukup Hanya Normalisasi Sungai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Kondisi-di-Jalan-KH-Malik-Kecamatan-Kedungkandang-Kota-Malang-saat-hujan-deras-2492024.jpg)