LIPSUS Antisipasi Banjir di Malang Raya
Penanganan Banjir di Kota Malang, Penerapan Master Plan Drainase Butuh Dana Besar
Pemkot Malang berupaya mengatasi masalah drainase tersebut sebelum hujan dengan intensitas tinggi bakal mengguyur Kota Malang.
Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Sumbatan dan dimensi drainase yang menjadi pemicu utama terjadinya banjir di Kota Malang.
Pemkot Malang berupaya mengatasi masalah drainase tersebut sebelum hujan dengan intensitas tinggi bakal mengguyur Kota Malang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kota Malang, Dandung Djulhardjanto mengatakan penyebab banjir di Kota Malang karena adanya sumbatan di drainase. Agar tidak terjadi banjir, DPUPRKP akan berusaha memastikan tidak ada sampah atau benda lain yang dapat menyumbat aliran air di drainase.
"Kami juga buat beberapa sudetan pada lokasi tertentu. Titik rawan banjir itu ada di Jalan Sukarno-Hatta, Kedawung, dan juga di Sawojajar," kata Dandung kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (2/11).
DPUPRKP sudah membuat master plan drainase untuk mengatasi banjir di Sawojajar dan tempat lain. Saat ini Pemkot sudah mulai membangun drainase di Sawojajar dan beberapa tempat lain.
"Master plan drainase tidak bisa dilaksanakan secara langsung karena butuh anggaran yang lebih besar. Jadi, master plan drainase itu harus dilaksanakan secara bertahap," ujar Dandung.
Dimensi drainase juga menjadi penyebab terjadinya banjir. Dandung mengatakan ada sejumlah drainase yang dimensinya sudah tidak bisa menampung aliran air. Kondisi drainase seperti itu harus segera diganti segera.
"Volume air naik karena pertumbuhan penduduk dan pembangunan. Misalnya di kawasan A, mungkin dulu warganya hanya puluhan orang, tapi sekarang menjadi ratusan orang. Jadi, efek pertumbuhan penduduk sangat besar sekali," terang Dandung.
Pemkot Malang membangun bozem untuk mengatasi banjir di sejumlah titik. Kolam buatan ini berfungsi untuk menampung air saat musim hujan, dan mengurangi potensi banjir di sejumlah titik.
Saat ini Pemkot sudah membangun bozem di Tunggulwulung yang dapat menampung air sebanyak 28.000 liter. Pemkot Malang menargetkan bozem ini dapat mengurangi potensi banjir sampai 20 persen di kawasan Jalan Sukarno Hatta.
Penyelesaian banjir di sekitar Jalan Sukarno Hatta termasuk prioritas. Pemprov Jatim telah mengalokasikan anggaran untuk penanganan banjir Kota Malang di Jalan Sukarno Hatta.
Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan mengatakan Pemprov Jatim memasukan rencana pembangunan drainase di Jalan Sukarno Hatta ke dalam Sistem Informasi Pemerintah Daerah. Rencananya Pemprov Jatim akan mengucurkan dana untuk membantu pembangunan drainase di kawasan Jalan Sukarno-Hatta.
"Kalau tidak salah, dana yang disiapkan sekitar Rp 22 miliar," kata Iwan.
Iwan menyebutkan perbaikan drainase di Jalan Sukarno Hatta butuh dana sebesar Rp 50 miliar. Adanya dukungan pendanaan dari Pemprov Jatim akan meringankan beban APBD Kota Malang 2025.
Rencana pembangunan drainase di Jalan Sukarno Hatta akan sepanjang 1.841 meter. Drainase itu akan dibangun di sisi barat dan timur jalan.
"Kemungkinan perbaikan drainase itu dapat dieksekusi pada 2025. Kami berharap pembangunan drainase itu akan mengalihkan aliran banjir ke sungai," kata Iwan Kurniawan.
| Waspada Banjir Kabupaten Malang, 17 Kecamatan Rawan Bencana |
|
|---|
| Penanganan Banjir di Kota Malang, Masih Perlu Edukasi ke Masyarakat |
|
|---|
| Belum Ada Alat EWS Banjir di Kota Batu |
|
|---|
| Suara Sirine Kurang Kencang, Warga Belum Tahu Langkah Penyelamatan Saat Banjir di Kota Malang |
|
|---|
| Bambang Irianto: Penanganan Banjir di Kota Malang Tak Cukup Hanya Normalisasi Sungai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/banjir-di-Jl-Galunggung-Kota-Malang-Jumat-2432023.jpg)