Korban Kecelakaan di Tol Cipularang

Ratapan Pilu Istri Rouf Sopir Truk Tol Cipularang Hidup Susah Suami Tanggung 5 Anak dan Kakak Lumpuh

Ratapan pilu istri Rouf sopir truk Tol Cipularang hidup susah suami tanggung 5 anak dan kakaknya lumpuh tinggal di gubuk reyot 'tolong saya'.

|
Instagram @jabodetabek24info/X
Tunah (kiri) istri Rouf (kanan) sopir truk Tol Cipularang hidup susah suami tanggung 5 anak dan kakaknya lumpuh tinggal di gubuk reyot 'tolong saya'. 

SURYAMALANG.COM, - Kondisi Rouf sopir truk Tol Cipularang yang menyebabkan kecelakaan beruntun terungkap dari penjelasan istrinya, Tunah. 

Tunah menjelaskan Rouf adalah tulang punggung keluarga yang harus menghidupi istri dan lima orang anak termasuk kakaknya yang lumpuh. 

Hidup Rouf dan keluarga yang susah membuat mereka harus tinggal di gubuk reyot berdinding anyaman bambu yang sudah kusam di sana-sini.

Sisi samping dinding anyaman bambu tersebut juga terlihat sudah rapuh dimakan usia.

Baca juga: Dugaan Amanda Korban Tewas Tol Cipularang Melindungi Anak Bos Ibunya saat Tabrakan, Luka Tak Wajar

Di bagian samping belakang terdapat tumpukan kayu kering untuk kebutuhan memasak di dapur. 

Di rumah tersebut, Rouf tinggal bersama istri dan kelima anak-anaknya.

Selain menghidupi enam anggota keluarga, Rouf juga harus menghidupi kakaknya yang mengalami lumpuh.

Tunah, istri Rouf sangat sedih mendengar kabar suaminya mengalami kecelakaan di ruas Tol Cipularang Senin sore.

Apalagi Tunah mendengar truk trailer yang dikemudikan suaminya diduga jadi pemicu kecelakaan beruntun yang melibatkan 16 mobil hingga satu korban meninggal dan 22 orang luka-luka.

Seperti terungkap dalam video, Tunah dengan ekspresi sedih berharap agar suaminya mendapatkan pertolongan dan perlindungan hukum.

"Nggak punya apa-apa di sini. Tidur saja menumpang ke orang tua. Nggak ada tempat," ujar Tunah melansir Instagram @jabodetabek24info, Selasa (12/11/2024) melalui WartaKotalive.com.

"Tolong dibantu suami saya, saya minta tolong. Mohon doanya. Saya minta tolong diurusin yang bener. Anak saya kecil-kecil, kasihan," lanjutnya dengan suara terbata-bata.

"Tolong, saya mohon tolong bantu suami saya. Suami saya juga nggak tahu apa-apa gimana bawa mobilnya nggak tahu," ucap Tunah

"Saya ingin menemui, tolong bantu suami saya. Tolong bantu," ujarnya lagi.

Baca juga: Tampang Rouf Sopir Truk Penyebab Tabrakan Tol Cipularang, Syok Tak Bicara Diduga karena Persneling

Kondisi Rouf Sopir Truk Tol Cipularang Hidup Susah Hidupi 5 Anak, Kakaknya Lumpuh, Istri Meratap
Kondisi Rouf Sopir Truk Tol Cipularang Hidup Susah Hidupi 5 Anak, Kakaknya Lumpuh, Istri Meratap (Instagram @jabodetabek24info)

Tunah mengatakan, tiga bulan sebelum kecelakaan, suaminya terlihat sibuk memperbaiki truk yang terlibat kecelakaan tersebut.

Menurut Tunah, muatan kertas karton bekas yang dibawa Rouf akan diantarkan ke PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk di Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.

Hingga kini polisi belum bisa memintai keterangan Rouf.

Polres Purwakarta yang dibantu Polda Jabar dalam menangani kasus ini juga masih terus melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sejak Selasa pagi tadi di lokasi kecelakaan.

Sementara, Rouf masih terbaring di rumah sakit karena juga mengalami luka pasca-insiden tabrakan.

"Sementara sopir dalam observasi dokter dan tadi pagi kami mendapatkan informasi (sopir) dalam keadaan sehat," kata Wadirlantas Polda Jabar, AKBP Edwin Affandi.

Penyidik hari ini tetap akan mengupayakan meminta keterangan terhadap Rouf, sopir truk tersebut perihal kronologi kecelakaan beruntun tersebut.

Polisi juga berupaya menggali keterangan dari Rouf ihwal antsipasi yang dia lakukan pada detik-detik menjelang terjadinya kecelakaan di posisi jalan tol yang menurun panjang tersebut.

"Sopir belum kita mintai keterangan terkait kronologi. Kemungkinan hari ini (Selasa) kita akan mintai keterangan kepada sopir," ujar AKBP Edwin Affandi.

Baca juga: Jumlah Santunan Jasa Raharja untuk Korban Tol Cipularang, 1 Orang Meninggal Dunia dan 22 Luka-luka

Sejauh ini polisi sudah memiliki gambaran perihal penyebab kecelakaan maut tersebut.

Berdasar hasil penyelidikan hari ini polisi menemukan fakta mengejutkan di TKP bahwa posisi truk penarik trailer yang dikemudikan Rouf, posisi persnelingnya ada di gigi 4.

Kondisi itu tentu saja mengejutkan karena seharusnya sopir sudah memindahkan gigi transmisi truk ke posisi lebih rendah, mengingat ruas tol yang dilintasi menjelang dan di lokasi kejadian kecelakaan memiliki kontur yang menurun dan merupakan ruas tol dengan turunan panjang.

Selain itu, penyidik juga tengah mencari jejak rem di TKP sehingga masih membuka kemungkinan adanya penyebab lain dari kecelakaan beruntun tersebut.

Pada saat kejadian, Rouf juga diduga tidak menggunakan jalur pengaman yang disediakan di Tol Cipularang.

Jalur pengaman ini berada di sisi kiri tol. Sementara posisi kecelakaan adalah di ruas tol Cipularang arah ke Jakarta.

Pada saat kejadian, Rouf mengemudikan truknya di jalur paling kanan. 

Hal itu terlihat dari rekaman video dashcam mobil ambulans yang berjalan beriringan dengan truk trailer yang dikemudikan Rouf.

Semula, ambulans tersebut menyalip truk dari jalur kiri.

Saat sudah di depan, pada detik-detik menjelang kecelakaan, truk yang dikemudikan Rouf tiba-tiba melaju kencang dan menyalip ambulans.

Kamera dashcam ambulans merekam truk yang Rouf kemudikan menyeruduk belasan mobil yang berjalan lamban di depannya karena ada penyempitan ruas tol akibat perbaikan aspal. 

Wadirlantas Polda Jabar, AKBP Edwin Affandi, menegaskan, sebagai sopir truk, Rouf seharusnya hafal dan tahu kondisi jalanan di Tol Cipularang.

Itu sebabnya untuk keamanan telah disediakan jalur pengaman untuk kendaraan seperti truk yang membutuhkan bantuan dalam kondisi jalanan menurun.

Jalur pengaman tersebut berguna untuk meminimalisir kecelakaan dalam situasi jalanan menurun atau menanjak.

"Kita mengetahui kondisi geografis atau kontur jalan di Cipularang ini memang ada menanjak dan menurun. Kalau dari Bandung itu situasi menurun, kalau dari Jakarta situasi menanjak," ujar Edwin.

"Kewaspadaan sopir pada saat akan menuruni lereng jalanan yang landai yaitu sudah disiapkan beberapa jalur pengaman sebelum lokasi ini," pungkas Edwin.

Baca juga: Pengakuan Firda Korban Selamat Kecelakaan Tol Cipularang, Mobilnya yang Pertama Kali Dihantam Truk

Itulah sebabnya hari ini dan beberapa hari ke depan tim penyidik masih menelusuri apakah sopir truk tersebut sempat menggunakan jalur pengaman atau tidak sebelum kecelakaan beruntun.

"Ada jalur pengaman bagi kendaraan yang membutuhkan jalur pengaman tersebut. Kita masih menyelidiki apakah faktor penyebab kecelakaan kemarin," ucap Edwin.

Seperti diketahui, kecelakaan beruntun terjadi di KM 92 Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (11/11/2024) sore.

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved