Viral Pembacokan di Sampang

Ancaman Penjara Bagi 3 Pelaku Carok Sampang Madura, Hasil Visum Korban Memprihatinkan Luka 21 Cm

Ancaman penjara bagi 3 pelaku carok Sampang Madura, hasil visum korban memprihatinkan banyak luka lebarnya hingga 21 cm

Youtube Harian Surya/Luhur Pambudi
3 Pelaku carok Sampang Madura (kiri), hasil visum korban (kanan) memprihatinkan banyak luka lebarnya hingga 21 cm 

Padahal isu adanya pemukulan terhadap ulama tersebut, tidak pernah terjadi. 

Sehingga, kubu tersangka sekonyong-konyong melakukan penghadangan dan pengeroyokan disertai pembacokan menggunakan celurit terhadap kubu Jimmy. 

Luka parah di sekujur tubuhnya membuat Jimmy meninggal dunia meskipun sudah sempat menjalani perawatan medis di RSUD Ketapang Sampang. 

"Nah tersangka ketiga ini memang termasuk santrinya Kiai Hamduddin" ujar Kombes Pol Farman dalam pers rilis di Gedung Bidhumas Mapolda Jatim, Kamis (21/11/2024). 

"Ketika kiainya mereka dengar, dipukul sehingga mereka spontan mengejar yang diduga dilakukan oleh Jimmy ini yang dianggap memukul jadi begitu kejadiannya" imbuh Farman.

"Sudah ada (celurit dibawa 3 tersangka). Iya (sudah disiapkan)," terangnya. 

Baca juga: Terucap Tantangan Carok, Pembacokan Sampang Ternyata Antar Kubu Kiai yang Tersinggung dan Kabar Hoax

Disinggung dugaan motif perseteruan berkaitan dengan perbedaan kubu pilihan Pilkada di Kabupaten Sampang, Farman tidak banyak berkomentar. 

Farman cuma menegaskan, hasil penyelidikan hanya mendapati motif ketersinggungan dan kesalahpahaman yang dipicu adanya kabar hoaks soal pemukulan terhadap figur pemuka agama atau kiai. 

"Ini hasil dari penyelidikan yang kami lakukan dan keterangan ini juga kami dapatkan dari saksi-saksi di sekitar," pungkas Farman.

Mengenai kemungkinan penambahan tersangka lain, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto juga belum dapat menjelaskannya dan memilih bungkam.

"Sampai sekarang itulah hasil  penyelidikan dan penyidikan," ujar mantan Kapolsek Wonokromo itu, seusai pers rilis di Gedung Bidhumas Mapolda Jatim. 

Namun, Dirmanto menjelaskan mengenai upaya Polda Jatim dalam mengembalikan kondusivitas di Sampang. 

Termasuk, upaya pihaknya mengantisipasi adanya aksi balasan susulan atas kejadian pembacokan tersebut. 

Dirmanto menjelaskan, pihaknya sudah menggandeng para tokoh masyarakat dan agama di kawasan Sampang untuk meredam gejolak susulan yang berpotensi terjadi pasca-kejadian pengeroyokan tersebut. 

"Kita sudah berupaya, semua tokoh-tokoh di sana sudah kami hubungi, sudah kita kumpulkan dan deklarasi itu salah satu upaya kita. Jangan sampai berdampak yang lainnya," kata Dirmanto.

Baca juga: POLDA JATIM Beber Kronologi Lengkap Carok di Ketapang Sampang Madura, Pelaku 3 Orang Bukan 5 Orang

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved