Viral Pembacokan di Sampang

Ancaman Penjara Bagi 3 Pelaku Carok Sampang Madura, Hasil Visum Korban Memprihatinkan Luka 21 Cm

Ancaman penjara bagi 3 pelaku carok Sampang Madura, hasil visum korban memprihatinkan banyak luka lebarnya hingga 21 cm

Youtube Harian Surya/Luhur Pambudi
3 Pelaku carok Sampang Madura (kiri), hasil visum korban (kanan) memprihatinkan banyak luka lebarnya hingga 21 cm 

Bahkan, sebagai antisipasi keamanan selama jalannya tahapan Pilkada Serentak 2024, Dirmanto menjelaskan pihaknya mengerahkan sekitar 500 orang personel gabungan dari Brimob, TNI AD dan Marinir. 

"Kapolda sudah menyampaikan di sana. Ada 2 SSK brimob. 2 SSK TNI AD dan 1 SSK Marinir. Rencananya begitu," pungkas Dirmanto.

Sementara itu, Suryamalang.com berupaya mencecar ketiga tersangka dengan pertanyaan mengenai alasannya melakukan aksi penyerangan terhadap korban menggunakan celurit. 

Namun, ketiga tersangka tetap bungkam seraya menundukkan kepala selama berjalan menyibak kerumunan media saat digelandang Anggota Polda Jatim meninggalkan ruangan. 

Duka Keluarga Korban

Di lain sisi, kematian Jimmy Sugito menjadi duka dan luka bagi keluarga.

Korban yang dikenal baik dan selalu mengedepankan sopan santun meninggalkan seorang istri, dua anak yang masih kecil serta seorang adik perempuan yang berkebutuhan khusus. 

Hal tersebut disampaikan paman Korban, Abu Sidik yang sangat mengenal keponakannya tersebut. 

Abu Sidik mengatakan, dari kecil sampai korban berkeluarga hingga memiliki anak tidak pernah neko-neko dengan orang lain, termasuk tetangga dan warga lainnya.

"Keponakanan (korban) saya ini sangat ramah, adat sopan santun ketimuran yang diterapkan oleh keponakan saya ini," ujar Abu Sidik, Senin (18/11/2024).

Baca juga: Carok Sampang Jadi Atensi Kapolri yang Datangi Polda Jatim, Ingatkan Pengamanan Pilkada Serentak

Bahkan, Abu Sidik sempat bertanya kepada warga lainnya di tempat tinggal korban.

Korban dinilai sangat baik dan taat bekerja, meskipun tengah malam Jimmy tetap pergi ke lokasi kerja misalkan ada panggilan. 

"Pekerjaan keponakan saya, petugas PLN jadi saat ada panggilan dari atasan ke lapangan dia langsung menuju ke lokasi," terang Abu Sidik.

Pihaknya mewakili keluarga meminta kepada penegak hukum untuk menangkap seluruh pelaku dan menghukum seadil-adilnya karena persoalan ini telah menghilangkan nyawa orang.

"Insya'allah kalau dari keluarga tidak akan melakukan tuntutan seperti balas dendam, karena kita orang berpendidikan," tutur Abu Sidik.

"Jadi kami hanya memohon kepada penegak hukum agar seluruh pelaku diamankan karena sejumlah pelaku telah terekam video dan jelas ciri-cirinya," imbuhnya.

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved