LIPSUS Jual Beli Mobil Bekas Malang Raya

Cari Mobil Bekas di Malang, Jangan sampai Tergiur Harga Murah

Konsumen tetap harus waspada, mobil bekas harga murah belum tentu diiringi dengan kualitas produk yang bagus.

Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/PURWANTO
CEK MESIN - Karyawan mengecek mobil di showroom mobil second Auto99mobil, Kota Malang, Jumat (31/1). Sejumlah pedagang mobil bekas menambah stok jelang Ramadan 2025 dan Lebaran 2025. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Harga mobil bekas yang murah pasti mudah menarik perhatian konsumen. Konsumen tetap harus waspada, mobil bekas harga murah belum tentu diiringi dengan kualitas produk yang bagus.

Pemilik Ragil Autocar, Mufid Effendy mengatakan saat ini penjualan mobil bekas di Kota Malang sedang lesu. Bahkan jumlah penjual mobil bekas di Kota Malang lebih banyak daripada jumlah pembeli. Bila jumlah penjual mobil bekas sebanyak 70 persen, sekitar 30 persen adalah pembeli.

Banyaknya penjual bekas ini membuat konsumen memiliki banyak pilihan kendaraan.

"Kalau dulu penjualan mobil bekas selalu ramai jelang Ramadan. Tapi penjualan mobil bekas agak berkurang dalam tiga bulan terakhir. Dulu sebulan bisa keluar minimal lima mobil, kalau sekarang hanya tiga mobil. Mungkin karena kondisi ekonomi," kata Mufid kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (31/1).

Mufid menyarankan tidak tergiur dengan harga mobil bekas yang murah. Harga mobil bekas yang murah belum tentu dilengkapi dengan kualitas produk yang bagus.

"Saya ami juga sering keliru. Setelah membeli mobil, lalu diperbaiki, ternyata biaya perbaikan lebih mahal," tambahnya.

Konsumen juga perlu memperhatikan kondisi mesin dan tubuh kendaraan. "Perhatikan di tubuh kendaraan itu ada bekas kecelakaan atau tidak," urainya.

Mufid menyarankan konsumen bisa mengenal pemilik dealer dengan baik. Konsumen juga bisa menggunakan mekanik kenalannya untuk memastikan kondisi kendaraan.

"Kadang ada barang bagus, tapi harganya yang tidak cocok. Kalau dijual ke konsumen, agak memberatkan. Sekarang konsumen punya banyak pilihan tempat penjualan mobil bekas," terangnya.

Selain membeli di showroom, marketplace juga menjadi rujukan untuk membeli kendaraan bekas. Padahal membeli kendaraan bekas di situs online ini cukup berisiko menjadi korban penipuan segitiga online.

Penipuan segitiga online melibatkan tiga pihak, yaitu penjual (pemilik asli kendaraan), calon pembeli, dan penipu yang menyaru sebagai penjual kendaraan.

"Misalnya ada orang yang menjual motor bekas seharga Rp 12 juta dengan mengunggah foto kendaraan di media sosial (medsos). Kemudian penipu mengambil fotonya, lalu diunggah ke akun palsu dengan harga di bawah Rp 12 juta," kata Ipda Dicka Ermantara, KBO Satreskrim Polres Malang.

Pembeli yang tertarik dengan harga murah pasti menghubungi penipu tersebut. Bila pembeli bersedia membeli kendaraa tersebut, penipu akan minta pembeli untuk mengirim uang dahulu melalui rekening.

"Setelah pembeli mengirim uang, penipu akan minta pemilik kendaraan dan pembeli untuk bertemu di sautu tempat. Ketika bertemu, pemilik motor mengaku tidak pernah menerima uang transferan dari pembeli," tambahnya.

Dicka minta masyarakat berhati-hati ketika mencari kendaraan bekas melalui medsos. Dicka mengimbau masyarakat tidak tergiur dengan harga kendaraan murah.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved