THR Ojol 2025

Berapa THR Ojol 2025 Cair untuk Gojek, Grab, Maxim? Tertinggi Rp 1,2 Juta, Terendah Rp 600 Ribu

Berapa THR Ojol 2025 yang akan cair untuk driver Gojek, Grab hingga Maxim? Diperkirakan terendah dapat Rp 600 ribu.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
Kolase Tribunnews
THR OJOL 2025 - Inilah prediksi besaran THR Ojol 2025 yang akan diterima oleh driver online mitra aplikator. Menurut peraturan yang berlaku, diprediksi THR terendah yang dapat diterima adalah Rp 600 ribu dan tertinggi mencapai Rp 1,2 juta. 

“Kalau saya sih enggak mau berharap banyak sama manusia, tapi harapannya mudah-mudahan tercapai program itu,” katanya. 

Pria kelahiran 1969 itu mengaku, selama ini belum pernah mendapatkan apapun secara cuma-cuma dari penyedia aplikasi ojek online sejak bergabung sebagai jadi pengemudi ojol pada 2017.  

Bahkan, setiap hari raya, untuk mendapatkan bonus, dia harus mengejar poin untuk memenuhi target bonus yang akan dia dapatkan menjelang Lebaran.

 “Tapi kalau sekarang saya enggak terlalu ngejar (bonus-bonus) itu lagi, ya yang penting setiap hari bawa uang Rp 150.000 ke rumah karena secara ekonomi juga sudah dibantu sama istri,” ujarnya.

Baginya, berapa pun jumlah THR yang diberikan akan sangat menguntungkan sebagai tambahan untuk kebutuhan Hari Raya.

“Saya sih doa saja semoga benar-benar terwujud, mau dikasih 20 persen atau berapa pun tetap bersyukur daripada enggak dikasih,” ucapnya sembari tertawa.

Minta Diprioritaskan

Pengemudi ojek online (ojol) meminta aplikator atau penyedia layanan ojol memprioritaskan mitra yang sudah lama bekerja untuk mendapatkan tunjangan hari raya (THR) 2025.

Sejumlah ojol di Lebak, Banten, misalnya, berharap ada prioritas lebih untuk mitra yang sudah lama bekerja tanpa melihat besaran jumlah pendapatan harian pengemudi.

"Infonya kan dapat 20 persen rata-rata pendapatan per tahun, kalau bisa sih dipertimbangkan juga durasi kerja sebagai mitra," kata Teguh (39), koordinator ojol wilayah Rangkasbitung di Lebak, Banten, Kamis (13/3/2025).

Teguh mengatakan, jika tidak mempertimbangkan masa durasi kerja, bisa jadi skema THR 20 persen dari rata-rata pendapatan yang dijanjikan pemerintah akan merugikan ojol di daerah.

Pasalnya, lanjut dia, jumlah trip yang diterima pengemudi tidak sebanyak di kota besar. 

"Jumlah penumpang sekarang cenderung menurun, rata-rata sehari dapat Rp 100.000, itu pun enggak tentu," ujar Teguh yang sudah enam tahun menjadi pengemudi ojol.

Karena itu, dia berharap masa durasi kerja dimasukkan ke dalam skema pemberian THR agar pengemudi yang sudah lama menjadi mitra bisa mendapatkan THR lebih besar.

Pengemudi lain, Doni (42), juga mengatakan hal yang sama. 

Menurut dia, perlu ada apresiasi dari aplikator untuk mitra yang sudah lama bekerja. 

"Apalagi kan sudah sejak lama tidak ada bonus, terakhir sebelum pandemi-lah ada bonus," kata Doni.

 
"Bukan berarti enggak adil ke mitra baru, tetapi kami ingin diperhatikan sama aplikator, mereka mungkin tidak tahu betapa sulitnya kami mencari penumpang sekarang ini," tambah dia.

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved