THR Ojol 2025

HARAPAN Driver Dapat THR Ojol Besar Pupus, cuma Diberi BHR Grab Rp 50.000, Gojek dan Maxim Berapa?

Harapan besar Edi seorang driver ojek online (ojol) mendapatkan THR ojol alias Bantuan Hari Raya (BHR) dalam jumlah layak rontok.

Editor: iksan fauzi
SHUTTERSTOCK/CREATIVA IMAGES
DRIVER OJOL: Driver ojol Gojek, Grab dan Maxim. Harapan driver mendapat THR ojol besar pupus, cuma diberi BHR Rp 50.000. 

SURYAMALANG.COM | JAKARTA - Harapan besar Edi seorang driver ojek online (ojol) mendapatkan THR ojol alias Bantuan Hari Raya (BHR) dalam jumlah layak rontok.

Pasalnya, dari penilaian pihak Gojek, Edi (42) hanya layak mendapatkan BHR Gojek sebesar Rp 50.000.

Edi menerima BHR Gojek ke dompet digital Gopay-nya pada Sabtu (22/03/2025).

Dan nominal sebesar itu dari Gojek benar-benar diterimanya.

Pemberian BHR Gojek sebesar itu lah yang membuat Edi bersedih.

Namun, sebenarnya bukan hanya Edi belaka yang mendapatkan BHR Rp 50.000.

Seorang driver Grab-Bike, Nazamuddin (32) menerima BHR pada Sabtu (22/3/2025).

Nazamuddin menerima nominal BHR Grab sama dengan Edi.

Nazamuddin tak menyangka bonus yang didapatkan di notifikasi akunnya cuma Rp 50.000.

Lantas berapa besaran BHR Maxim? Driver Maxim tahun ini tidak mendapatkan BHR dalam bentuk nominal, melainkan sembako.

Nominal besaran sembakonya juga belum diketahui.

Baca juga: Contoh Hitungan THR Ojol 2025 Gojek, Grab, Maxim, 20 Persen dari Pendapatan Tak Sampai Rp 400 Ribu

Mendapatkan BHR Gojek cuma Rp 50.000 membuat Edi bersedih hati.

“Ya mau gimana, sedih enggak sedih, soalnya kan kita bukan karyawan, cuma mitra hitungannya. Ya itu mah ya kewenangan dari kantor Gojeknya aja,” kata Edi saat ditemui Kompas.com di Stasiun Jurang Mangu, Tangerang Selatan, Rabu (26/3/2025).

Edi sempat bahagia ketika pemerintah menetapkan aturan THR ojol.

Kala itu, Edi berharap bakal mendapatkan THR ojol dalam jumlah banyak.

“Di balik seneng itu ya balik lagi ke diri kita, kita itu bukan karyawan gitu,” katanya.

Edi sudah hampir delapan tahun terdaftar sebagai pengemudi ojol Gojek.

Dalam sehari, Edi biasa menerima hingga 25 pesanan ojek.

Nominal BHR yang diterimanya tidak sebanding dengan kinerja dan dedikasinya.

Menurut Edi, rekan driver ojol Gojek lainnya juga ada yang menerima BHR Rp 50.000.

“Dapetnya itu kebanyakannya antara Rp 50.000 sampai Rp 100.000 tapi kebanyakan Rp 50.000,” katanya.

Diketahui, BHR Gojek bagi mitra ojol dibagi ke dalam lima kategori.

Baca juga: Banyak Syarat THR Ojol 2025: Minimal 250 Trip dan Tuntutan Lain, Reaksi Ojol Antara Senang dan Cemas

Yaitu Mitra Utama, Mitra Juara, Mitra Unggulan, Mitra Andalan, dan Mitra Harapan. 

Mitra Utama merupakan kategori tertinggi dengan syarat minimal 25 hari kerja per bulan, 200 jam online, dan tingkat penyelesaian order minimal 90 persen selama periode Maret 2024 hingga Februari 2025. 

Mitra dalam kategori ini berhak menerima BHR Gojek Rp 900.000.

Sementara itu, kategori lainnya mendapatkan nominal lebih kecil, yaitu Mitra Juara Rp 450.000, Mitra Unggulan Rp 200.000, Mitra Andalan Rp 100.000, Mitra Harapan Rp 50.000

THR ojol Grab

terpisah, driver ojol Grab di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, menerima BHR Grab dari aplikator sebesar Rp 50.000.

Bonus itu dianggap terlalu kecil dan tidak sesuai harapan.

Nazamuddin (32) salah satunya yangmenganggap BHR Grab yang diterimanya terlalu kecil, yaitu Rp 50.000.

“Hari Sabtu kemarin masuk cuma lima puluh ribu dan nggak nyangka bonus cuma segitu. Rasanya nggak pantas untuk mitra teladan,” ucap Nazamuddin saat ditemui di Jalan WR Supratman, Senin (24/3/2025).

Ia mengaku menerima orderan 10 sampai 15 per harinya.

Baca juga: Curahan Hati Driver Online Ingin THR Ojol 2025 Minimal Rp 3 Juta, Gojek dan Grab Uang, Maxim Sembako

Begitu pun, rekannya sesama mitra Grab yang dapat orderan lebih banyak darinya cuma dapat bonus sekitar Rp 200.000.

Nazamuddin pun membandingkan BHR yang diterima mitra ojol dari aplikator lain nilainya lumayan banyak.

Meskipun begitu, ia berupaya tetap ikhlas.

“Yang kerja sampai mati yang bisa menerima bonus banyak. Kalau aplikator lain memang lebih paten. Nggak narik aja dikasih lima puluh ribu,” ucapnya.

Driver mitra Grab lainnya, David Lingga (38), juga merasakan hal serupa.

Driver yang bekerja sejak 2018 ini mengakui ojek online merupakan pekerjaan utamanya.

Ia mengatakan BHR dari aplikator Grab memang punya kriteria sehingga nilai bonus yang diberikan berbeda-beda.

Menurutnya, penerima bonus tertinggi ialah driver yang punya orderan slot, yakni harga ongkos murah dan jumlah orderan terbanyak.

“Ada kawan driver baru gabung satu tahun dapat bonus delapan ratus ribu. Itu karena mereka pakai slot. Slot ini aturan ongkosnya murah tapi orderan banyak. Cuma siapa yang tahan terima ongkosnya segitu,” kata David saat ditemui di Jalan Sisingamangaraja.

David mengkalkulasi pendapat per bulannya mencapai Rp 3 juta.

Jika merujuk Surat Edaran Kementerian Ketenagakerjaan Nomor M/3/HK.04.00/III/2025, ia memprediksi dapat bonus sekitar Rp 600.000.

Perkiraan pun meleset dan hanya dapat Rp 50.000.

David juga menyesal, seandainya ia mengetahui kriteria penerima BHR dari aplikator menggunakan perhitungan dari jumlah orderan slot.

“Kalau sesuai surat edaran itu kan dua puluh persen dari pendapatan bersih dalam setahun. Ini nggak dilihat riwayat orderan tapi slot. Jadi nggak adil. Makanya sakit hati ku, kalau bukan ini kerja utama ku, aku nggak sakit hati kek gini,” ungkapnya.

Driver Maxim tak dapat BHR

Sementara, driver ojol Maxim, Hendra mengaku sedih tidak mendapatkan BHR.

Hendra sudah menjadi driver ojol Maxim sejak 2021 lalu.

“Belum ada juga nih (masuk BHR),” kata Hendra saat ditemui Kompas.com di Jakarta Selatan, Rabu (26/3/2025). 

Hendra mengatakan bahwa teman-temannya driver aplikasi ojol lain sudah mendapatkan BHR Lebaran 2025.

Dia pun hanya bisa pasrah mendengar teman-temannya mendapat BHR.

“Ya ada sih kabarnya, tapi sampai sekarang masih belum,” ungkapnya.

Selain driver ojol, Hendra mengatakan mendengar kurir online makanan juga sudah mendapatkan BHR.

“Iya kabarnya juga kan, ShopeeFood udah,” lanjut Hendra.

Diketahui sebelumnya, Government Relations & Public Affairs Widhi Wicaksono menyebutkan pihaknya akan memberikan berbagai bentuk BHR untuk mitranya menjelang Lebaran 2025.

"Di momen Ramadhan dan Hari Raya Lebaran 2025 ini, Maxim telah mempersiapkan berbagai program Bantuan Hari Raya untuk mitra pengemudi kami di seluruh kota operasional Maxim di Indonesia dan bukan THR," ujarnya saat dihubungi Kompas.com (grup SURYAMALANG.COM), Kamis (6/3/2025).

Tega banget sih

Sementara itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Emmanuel Ebenezer (Noel) akan melakukan klarifikasi kepada perusahaan transportasi online soal laporan pemberian BHR tidak sesuai aturan.

Utamanya mencermati adanya driver ojol yang menerima BHR sebesar Rp 50.000.

"Kita minta klarifikasi dari platform digital ini kenapa ini bisa terjadi. Karena kita tidak mau ya, mereka (driver dan kurir online) kan berharap. Kalau masuk Rp 50 ribu, tega banget sih," ujar Noel di Kantor Kemenaker, Jakarta, Selasa (25/3/2025).

"Mereka juga sadar diri lah, mereka tahu kok, mereka enggak mungkin minta jatahnya komisaris dan direkturnya jatah BHR mereka, THR mereka, mereka sadar kok. Ya yang penting rasional lah. Jangan sampai juga segitu-gitunya banget, tega amat sih gitu lho," lanjutnya.

Noel menuturkan, laporan dari puluhan driver dan kurir online yang disampaikan ke Kantor Kemenaker pada Selasa akan dilanjutkan.

Setelah ini, Kemenaker akan bertemu dengan perusahaan transportasi online untuk melakukan klarifikasi lebih lanjut.

"Biar imbang, kita akan coba cek juga ke para aplikator atau platform digital ini. Kenapa kok mereka ada yang tadi kan (penghasilannya) Rp 35 juta, ada yang Rp 93 juta, ada yang Rp 70 juta penghasilannya mereka dalam setahun (untuk aplikator), tapi dikasihnya cuma Rp 50 ribu," jelas Noel.

"Kita juga kan butuh penyeimbangan opini. Kita mau tanya juga ke mereka (perusahaan), mereka kan punya hak untuk mengklarifikasi," katanya.

"Tapi kan apa yang mereka sampaikan, kawan-kawan driver ini kan fakta dan data. Mereka punya datanya, mereka tahu jam kerjanya, mereka tahu hasilnya, tinggal kita klarifikasi," tambahnya.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved