Hikmah Ramadan
Berpuasa, Media Sosial dan Bertapa
Dalam beberapa Hadits, Allah menegaskan bahwa Puasa adalah untukNYA, dan pahalanya langsung dari Allah.
Umumnya orang bertapa itu di tempat-tempat sepi agar bisa berkonsentrasi.
Namun berpuasa Ramadhan tidak demikian.
Justru ia dilaksanakan dalam suasana keseharian, suasana bekerja dan beraktivitas seperti saat tidak berpuasa.
Tidak ada bedanya aktivitas saat puasa atau tidak puasa.
Puasa tidak bisa menjadi dalih untuk bermalas-malasan. Syariat tidak bisa menjadi alasan untuk tidak menjalankan kewajiban lainnya.
Bekerja adalah kewajiban dalam rangka memenuhi nafkah keluarga.
Puasa tidak bisa dijadikan alasan, orang tidak bekerja. Itulah sebenarnya "bertapa dalam situasi ramai".
Tradisi bertapa dalam situasi ramai malah menjadi tradisi dengan level tertinggi.
Orang bertapa dalam situasi sepi, tidak banyak godaan, wajar banyak orang bisa.
Tetapi bertapa dalam situasi bekerja, beraktivitas, menjalankan amanah sosial dan godaan lingkungan, tidak semua orang mampu.
Maka sangat wajar, jika Allah menjanjikan pahala langsung dariNYA kepada hamba yang berpuasa.
Selamat berpuasa, selamat bertapa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/HMSururi-Ketua-Komisi-Infokom-MUI-Jatim.jpg)