Kamis, 21 Mei 2026

Opini

Sekolah Rakyat dan Keberlanjutan Afirmasi Pendidikan

Sekolah Rakyat adalah salah satu program afirmatif yang dirancang oleh negara untuk pendidikan kaum dhuafa.

Tayang:
Editor: iksan fauzi
Instagram Kemensos/Dok Pribadi
Ilustrasi Sekolah Rakyat 

Ini disebabkan tidak adanya kesinambungan.

Kita tidak bisa mengajar anak-anak miskin bermimpi lewat Sekolah Rakyat yang di jenjang SD-SMP-SMA. 

Lalu saat ingin melanjutkan ke pendidikan tinggi, jalannya diputus begitu saja.

Menghapus program afirmatif di pendidikan tinggi, dalam konteks mensukseskan Sekolah Rakyat, ibarat membangun jembatan yang berhenti tengah sungai.

Siswa dari golongan miskin yang ikut Sekolah Rakyat tidak akan sampai ke seberang untuk mewujudkan cita-citanya.

Tanpa dukungan afirmasi di jenjang pendidikan tinggi, Sekolah Rakyat akan gagal menjadi jalur mobilitas sosial yang utuh.

Negara harus konsisten. Jika ingin benar-benar memuliakan kaum dhuafa, maka upaya itu harus dilakukan secara terpadu dan lintas jenjang.

Sekolah Rakyat, KIP Kuliah atau apapun namanya, adalah satu kesatuan kebijakan.

Jangan karena pertimbangan efisiensi anggaran, ego sektoral, kemudian mengorbankan keberlanjutan kebijakan yang sudah terbukti.

Sudah cukup banyak anak-anak miskin yang harus menyerah di tengah jalan.

Bukan karena mereka tak punya semangat, tapi karena negara tidak hadir memberikan dukungan.

Jangan biarkan Sekolah Rakyat hanya menjadi sekedar nyala lilin yang kemudian habis.

Jika negara sungguh-sungguh ingin menciptakan keadilan sosial melalui pendidikan, maka harus diupayakan keterpaduan antar program.

Sekolah Rakyat hingga afirmasi pendidikan tinggi harus saling menguatkan.

Jangan kemudian KIP Kuliah dihapus karena merasa sudah digantikan oleh Sekolah Rakyat

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved