Kota Malang
Jumlah Guru di Sekolah Rakyat Menengah Pertama Kota Malang Ada 12 Orang, Dinsos Akui Masih Kurang
Jumlah Guru di Sekolah Rakyat Menengah Pertama Kota Malang Ada 12 Orang, Dinsos Akui Masih Kurang
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, MALANG - Jumlah tenaga pengajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) Kota Malang saat ini tercatat hanya 12 orang.
Kepala Dinas Sosial-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, menyebut jumlah tersebut masih belum mencukupi kebutuhan ideal di sekolah setingkat SMP tersebut.
“Laporan dari kepala sekolah menyebutkan bahwa jumlah guru yang ada sekarang 12 orang, dan masih kurang empat guru lagi."
"Selain itu juga masih kekurangan tiga wali asuh dan tenaga administrasi,” kata Donny Sandito kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (2/8/2025).
Meski jumlah guru masih terbatas, Donny memastikan tidak ada satu pun guru SRMP 16 yang mengundurkan diri.
Ia menegaskan seluruh kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal dan kondusif.
Baca juga: Warga Malang Raya Harus Hati-hati! Mengibarkan Bendera One Piece Bisa Dipidana, Ini Aturannya
“Secara garis besar sampai hari ini aman. Tidak ada laporan pengunduran diri guru,” ujarnya.
Menurut Donny, keberadaan para guru sangat penting, bukan hanya untuk mendampingi proses belajar mengajar, tetapi juga sebagai pendamping psikososial anak-anak yang tinggal di asrama agar tetap merasa nyaman dan tidak mengalami homesick.
“Kalau ada siswa yang ingin pulang memang ada, tapi sudah bisa ditangani guru-guru di sana,” jelasnya.
Ia menambahkan, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat juga telah menyampaikan persoalan kekurangan guru ini ke Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mendapatkan solusi.
Wahyu menyebut pelaksanaan Sekolah Rakyat di Kota Malang masuk dalam tahap 1A, sesuai arahan percepatan dari pemerintah pusat.
Menurut Wahyu, pelaksanaan Sekolah Rakyat ini menjadi perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat.
"Pesan dari Pak Kemensos saat itu bahwa Pak Presiden ingin mempercepat pelaksanaan Sekolah Rakyat tahap 1A, agar warga di daerah masing-masing bisa cepat merasakan dan menikmati manfaatnya," katanya.
Serapan Beras SPHP di Jawa Timur Terealisasi 6,17 Persen, Pemprov Jatim Gencarkan Pasar Murah |
![]() |
---|
Polresta Malang Kota Bersama Kelompok Tani Panen 2,5 Ton Jagung, Dukung Ketahanan Pangan |
![]() |
---|
Kelangkaan Beras Medium di Kota Malang, Diskopindag Kota Malang Pantau Keenganan Distributor |
![]() |
---|
Tugu Tirta Luncurkan Layanan Digital TANIA Berbasis AI, Pertama di Indonesia untuk BUMD Air Minum |
![]() |
---|
Puluhan Kendaraan di Kota Malang Ditilang, Didominasi Pelanggaran Tidak Bawa SIM dan Uji KIR Mati |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.