Kabupaten Malang
Budidaya Ikan Lele Hingga Jeruk di Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Dukung Ketahanan Pangan dan MBG
Lanud Abdulrachman Saleh Malang mengembangkan budidaya berupa ikan lele, jamur tiram dan jeruk, wujud dukungan program ketahanan pangan nasional
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Sebagai wujud dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Lanud Abdulrachman Saleh Malang mengembangkan budidaya berupa ikan lele, jamur tiram dan jeruk.
Ketiga komoditas itu pun mampu tumbuh subur serta menghasilkan panen melimpah secara berkelanjutan.
Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Reza Sastranegara mengatakan, keberhasilan ini tidak hanya menjadi bentuk kemandirian semata. Melainkan, juga kontribusi nyata dalam mendukung kesejahteraan di bidang ketahanan pangan bagi warga Malang Raya.
"Inti ketahanan pangan ini, yaitu memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat. Termasuk untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), karena hasil budidaya tersebut disalurkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kami miliki di Singosari," ujar Reza, Kamis (28/8/2025).
Selain untuk memenuhi kebutuhan MBG, hasil panen juga disalurkan kepada beberapa mitra untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat.
"Selain untuk kebutuhan SPPG MBG, kami juga memiliki beberapa mitra yang siap menampung hasil panen yang kami miliki," tambahnya.
Kepala Dinas Teritorial (Kadister) Lanud Abdulrachman Saleh, Kolonel Pom Koonst Donnel menuturkan, budidaya jamur tiram dan ikan lele dilakukan di Green House Angkasa.
Untuk budidaya ikan lele, dimulai pada awal tahun 2025.
Pada awalnya, lele jenis masamo tersebut dibudidayakan di 10 kolam terpal bundar.
"Sembari berjalan, kami juga terus mencari pola budidaya yang terbaik. Dan kini, budidaya lele kami sudah berkembang menjadi total sebanyak 32 kolam terpal," jelasnya.
Di setiap kolam terpal, berisi sebanyak 2.000 ikan lele dengan waktu panen tiap dua bulan sekali.
Dalam budidaya tersebut, kondisi kualitas air selalu dijaga sehingga menghasilkan ikan lele yang berkualitas.
Untuk budidaya jamur tiram, Lanud Abdulrachman Saleh melakukannya di dua kumbung. Dimana tiap kumbungnya, dibudidayakan sebanyak 30 ribu baglog jamur.
"Selain jamur tiram putih, kami juga melakukan budidaya jamur tiram coklat. Ada sebanyak 5.000 baglog jamur tiram coklat yang kini kami coba untuk dibudidayakan," imbuhnya.
Sementara itu, Sertu Kasani selaku personel teknis mengungkapkan, bahwa untuk budidaya jeruk dilakukan di lahan seluas 10 hektar dengan total sebanyak 7.000 pohon jeruk.
"Untuk budidaya jeruk ini, sebenarnya sudah dilakukan cukup lama. Dengan penanaman pertama dimulai di akhir tahun 2014 lalu," terangnya.
Untuk varietas jeruk yang ditanam, yaitu jenis siam madu.
Jenis ini dipilih karena menghasilkan buah yang banyak, perawatan mudah, dan cita rasanya yang manis.
"Pohon jeruk yang usianya paling tua atau berasal dari masa penanaman pertama, telah mampu menghasilkan 70 kilogram jeruk per tahun per pohon. Sementara untuk pohon jeruk yang usianya masih muda sekitar 4 tahun, sudah menghasilkan sebanyak 50 kilogram jeruk per tahun per pohon," tandasnya.
SPPG Ngadilangkung Kepanjen Diresmikan, Plt. Deputi V KSP Beri Apresiasi |
![]() |
---|
Bupati Malang Sanusi Audiensi dengan Kemenko Infra, Percepatan Pembangunan Jalan Tol Malang-Kepanjen |
![]() |
---|
BPBD Kabupaten Malang Monitoring Daerah Rawan Kekeringan di 6 Kecamatan, Kondisi Aman |
![]() |
---|
Perjuangkan Proyek Tol Kepanjen, Bupati Sanusi Bertemu Luhut Binsar Pandjaitan di Kemenkominfra |
![]() |
---|
DPKPCK Kabupaten Malang Bangun Jalan Permukiman di 59 Titik Permudah Akses Warga |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.