Kota Batu
TPS3R Desa Mulai Keteteran Tangani Sampah 8 Dapur MBG di Kota Batu
Kapasitas tonase sampah dari delapan SPPG di kota Batu membebabni kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) desa sekitar
Penulis: Dya Ayu | Editor: Dyan Rekohadi
Ringkasan Berita:
- Persoalan sampah di Kota Batu kembali bertambah seiring dengan beroperasinya sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) .
- SPPG lebih memilih bekerja sama dengan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) desa maupun kelurahan
- DLH Kota Batu menyatakan sejatinya Pemkot Batu telah mendorong pengolahan sampah mandiri di masing-masing SPPG.
SURYAMALANG.COM, BATU - Persoalan sampah di Kota Batu kembali bertambah seiring dengan beroperasinya sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) .
Di saat Pekerjaan Rumah (PR) urusan sampah belum tuntas sepenuhnya, kini persoalan baru terkait beban lingkungan muncul dari sampah yang dihasilkan delapan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batu .
Masalah terkait limbah SPPG ini lebih terkait dengan kapasitas sampahnya.
Baca juga: SPPG Kota Batu Kejar Percepatan SLHS ke Dinkes, Harus Penuhi Syarat Operasional
Kapasitas tonase sampah dari delapan SPPG di kota Batu membebabni kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) desa.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni mengatakan sejatinya Pemkot Batu telah mendorong pengolahan sampah mandiri di masing-masing SPPG.
Namun nyatanya, SPPG lebih memilih bekerja sama dengan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) desa maupun kelurahan yang dimiliki lokasi terdekat.
Tak dipungkiri itu menjadi beban tersendiri bagi TPS3R desa/kelurahan, sekalipun sampah yang dihasilkan mayoritas sampah organik.
“Dari pendekatan hitungan beban itu timbulan sampahnya tembus 1,5-1,6 ton per hari. Sejauh ini memang ada beberapa TPS3R yang cukup kewalahan dengan timbulan sampah itu,” kata Dian Fachroni, Kamis (18/12/2025).
Baca juga: Kelola Sampah Organik dan Persiapan Rumah Kompos 2026, Pengelola TPS3R Se Kota Batu Belajar di Dau
Menurut Dian, beban lingkungan yang dihasilkan SPPG sebenarnya dapat ditekan dengan cara mengolah sampah secara mandiri.
Masing-masing SPPG seharusnya bisa mengolah limbah makanannya menjadi biodigester.
Ketika masalah sampah SPPG bisa dikelola sendiri, tentunya TPS3R di desa atau kelurahan bisa dioptimalkan dalam mengelola sampah warga.
Dengan skema itu biaya operasional bisa ditekan dan solusi pengelolaan limbah yang ramah lingkungan serta berkelanjutan.
| Pengembangbiakan Bekantan Berjalan Lancar di Jatim Park 2 Kota Batu, Lahir Bayi Kedelapan |
|
|---|
| Bayi Bekantan Jadi Penghuni Baru di Batu Secret Zoo Jatim Park 2 Kota Batu, Proses Persalinan Alami |
|
|---|
| Mikutopia Bayar Pajak 352 Juta Malah Diragukan, Kuasa Hukum Singgung Tempat Hiburan Penunggak Pajak |
|
|---|
| Rey Tepis Isu Perdagangan Orang ke Kamboja, Suami Sesama Jenis di Malang Siap Laporkan Intan |
|
|---|
| Disnaker Kota Batu Datangi Wisata Mikutopia, Pastikan 95 Persen Karyawan dari Warga Setempat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/SPPG-di-kota-Batu-urusan-sampah.jpg)