Minggu, 19 April 2026

Kota Batu

TPS3R Desa Mulai Keteteran Tangani Sampah 8 Dapur MBG di Kota Batu

Kapasitas tonase sampah dari delapan SPPG di kota Batu membebabni kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) desa sekitar

Penulis: Dya Ayu | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Dya Ayu
ILUSTRASI SPPG - Aktivitas di salah satu SPPG yang ada di Kota Batu saat hendak mengirim MBG bagi pelajar. DLH Kota Batu mendorong SPPG memiliki pengolahan sampah mandiri agar Sampah yang dihasilkan tidak membebani pengelolaansampah di Desa setempat 
Ringkasan Berita:
  • Persoalan sampah di Kota Batu kembali bertambah seiring dengan beroperasinya sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) .
  • SPPG lebih memilih bekerja sama dengan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) desa maupun kelurahan 
  • DLH Kota Batu menyatakan sejatinya Pemkot Batu telah mendorong pengolahan sampah mandiri di masing-masing SPPG.

 


SURYAMALANG.COM, BATU - Persoalan sampah di Kota Batu kembali bertambah seiring dengan beroperasinya sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) .

Di saat Pekerjaan Rumah (PR) urusan sampah belum tuntas sepenuhnya, kini persoalan baru terkait beban lingkungan muncul dari sampah yang dihasilkan delapan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batu .

Masalah terkait limbah SPPG ini lebih terkait dengan kapasitas sampahnya.

Baca juga: SPPG Kota Batu Kejar Percepatan SLHS ke Dinkes, Harus Penuhi Syarat Operasional

Kapasitas tonase sampah dari delapan SPPG di kota Batu membebabni kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) desa.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni mengatakan sejatinya Pemkot Batu telah mendorong pengolahan sampah mandiri di masing-masing SPPG.

Namun nyatanya, SPPG lebih memilih bekerja sama dengan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) desa maupun kelurahan yang dimiliki lokasi terdekat.

Tak dipungkiri itu menjadi beban tersendiri bagi TPS3R desa/kelurahan, sekalipun sampah yang dihasilkan mayoritas sampah organik. 

“Dari pendekatan hitungan beban itu timbulan sampahnya tembus 1,5-1,6 ton per hari. Sejauh ini memang ada beberapa TPS3R yang cukup kewalahan dengan timbulan sampah itu,” kata Dian Fachroni, Kamis (18/12/2025).

Baca juga: Kelola Sampah Organik dan Persiapan Rumah Kompos 2026, Pengelola TPS3R Se Kota Batu Belajar di Dau

Menurut Dian, beban lingkungan yang dihasilkan SPPG sebenarnya dapat ditekan dengan cara mengolah sampah secara mandiri.

Masing-masing SPPG seharusnya bisa mengolah limbah makanannya menjadi biodigester.

Ketika masalah sampah SPPG bisa dikelola sendiri, tentunya TPS3R di desa atau kelurahan bisa dioptimalkan dalam mengelola sampah warga.

Dengan skema itu biaya operasional bisa ditekan dan solusi pengelolaan limbah yang ramah lingkungan serta berkelanjutan.

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved