Kota Malang
Menu MBG saat Puasa di Kota Malang Harus Diperhatikan Kandungan Gizinya
Sejumlah sekolah di Kota Malang menerima pasokan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan di Kota Malang saat bulan Ramadhan
- Pelajar menerima tiga jenis makanan yakni jeruk, roti abon, dan kering tempe yang dimasukan ke dalam plastik
- Lalu ada empat jenis makanan yakni pisang, roti berbentuk pizza, kacang rebus dalam plastik, dan empat telur puyuh dalam plastik
SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG – Sejumlah sekolah di Kota Malang menerima pasokan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Hal tersebut juga terjadi di SMP 2 Muhammadiyah Kota Malang.
Pada hari pertama penerimaan makanan, Senin (23/2/2026), 397 pelajar menerima tiga jenis makanan yakni jeruk, roti abon, dan kering tempe yang dimasukan ke dalam plastik.
Pada hari kedua, Selasa (24/2/2026), pelajar menerima empat jenis makanan yakni pisang, roti berbentuk pizza, kacang rebus dalam plastik, dan empat telur puyuh dalam plastik.
Kepala SMP Muhammadiyah 2 Kota Malang, Supriyanto, menilai kualitas menu MBG masih perlu ditingkatkan agar benar-benar memenuhi unsur gizi seimbang.
Dalam wawancara, Supriyanto menyampaikan bahwa program MBG sudah berjalan, termasuk selama bulan puasa. Namun dari sisi komposisi, menurutnya masih ada beberapa unsur yang perlu dilengkapi.
Baca juga: Menu MBG di SMPN 6 Kota Malang saat Ramadhan: Telur, Kurma, Kacang dan Roti, Dibagikan saat Pulang
“Ya mestinya ada hal-hal yang perlu ditambahkan lagi, seperti keseimbangan antara proteinnya harus ada."
"Harapan kami MBG ada, namun untuk kualitasnya bisa ditingkatkan lebih baik lagi,” ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (24/2/2026).
Supriyanto menyebut, berdasarkan pengecekan yang ia lakukan, menu yang dibagikan terdiri dari tiga item, yakni satu buah jeruk, roti abon, dan tempe kering pada hari pertama penerimaan MBG selama puasa Ramadhan 1447 H.
Sorotan pada Kandungan Gizi
Menurutnya, konsep “makan bergizi gratis” seharusnya tidak hanya berfokus pada pemberian makanan secara cuma-cuma, tetapi juga memastikan kandungan gizinya benar-benar ideal bagi siswa.
“Misalkan lengkap ada susunya, ada proteinnya, kemudian ada buahnya, itu kan lebih ideal. Maka gizinya menjadi poin penting, bukan makannya saja,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, hingga saat ini belum ada keluhan dari orang tua siswa terkait menu tersebut.
“Sementara belum ada keluhan dari orang tua,” katanya.
Ia berharap ke depan kualitas menu MBG bisa lebih ditingkatkan agar benar-benar sesuai dengan tujuan program, yakni mendukung kebutuhan nutrisi siswa selama mengikuti kegiatan belajar.
“Karena makan gratis sebenarnya ini kan mengambil dari pajak masyarakat juga. Artinya aspek gizinya harus diperhatikan,” pungkasnya.
| Soal Pembatasan Media Sosial Terhadap Anak, DPRD Kota Malang Dorong Regulasi dan Peran Orang Tua |
|
|---|
| SNBP 2026 di Universitas Negeri Malang Diserbu 40 Ribu Pendaftar, Kuota Hanya 4001 |
|
|---|
| Pemkot Malang Tekankan Akselerasi Ekonomi Inklusif dalam RKPD 2027 |
|
|---|
| Ketua DPRD Kota Malang Soroti Tantangan Global, Dorong RKPD 2027 yang Adaptif, Responsif dan Tangguh |
|
|---|
| Masih Ada SPPG yang Belum Punya SLHS di Kota Malang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/menu-Makan-Bergizi-Gratis-MBG-yang-diterima-oleh-SMP-2-Muhammadiyah-Kota-Malang.jpg)