Senin, 18 Mei 2026

Kota Malang

DPRD Minta Kejelasan Batalnya Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Kota Malang

Proyek tersebut awalnya direncanakan dibangun di TPA Supit Urang. Proyek tersebut akan mengolah sampah menjadi energi listrik.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Purwanto
PENGOLAHAN SAMPAH - Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Anas Muttaqin, saat mengunjungi TPU Supit Urang. Ia mengatakan bahwa Komisi C belum mendapat informasi resmi perihal gagalnya rencana pembangunan proyek pengelolaan sampah di TPA Supit Urang. 

Ringkasan Berita:

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Anas Muttaqin, akan meminta kejelasan terkait kabar kegagalan proyek pengolahan sampah berbasis aglomerasi wilayah Malang Raya di TPA Supit Urang Kota Malang.

Proyek tersebut awalnya direncanakan dibangun di TPA Supit Urang. Proyek tersebut akan mengolah sampah menjadi energi listrik.

Menurut Anas, hingga saat ini Komisi C belum menerima informasi resmi terkait kabar kegagalan proyek tersebut dari Pemkot Malang.

Karena itu, pihaknya akan meminta penjelasan lebih lanjut dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang.

“Setahu saya itu program aglomerasi yang melibatkan Malang Raya karena kebutuhan pengolahan sampah yang besar."

"Makanya membutuhkan pasokan sampah dari Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang,” kata Anas kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (11/3/2026).

Ia menegaskan bahwa Komisi C belum mendapatkan laporan bahwa proyek tersebut gagal.

Untuk itu, DPRD akan melakukan klarifikasi kepada Dinas Lingkungan Hidup terkait guna mengetahui perkembangan terbaru.

Baca juga: Mudik Lebaran 2026, Pembatasan Kendaraan Angkutan Barang di Kota Malang Dimulai Tanggal 13 Maret

“Komisi C belum mendapatkan informasi bahwa proyek itu gagal. Makanya perlu diperjelas nanti dengan DLH Kota Malang,” ujarnya.

Anas menjelaskan sebelumnya pemerintah pusat memang menawarkan sejumlah skema pengolahan sampah.

Namun hingga kini belum diketahui secara pasti apakah terdapat perubahan lokasi atau konsep pelaksanaan proyek.

“Kemarin dari kementerian ada beberapa opsi skema. Apakah perubahan tempat itu usulan dari daerah atau dari pusat, itu juga perlu kita perjelas,” katanya.

Ia berharap proyek pengolahan sampah regional tersebut tidak sampai gagal karena dinilai menjadi salah satu solusi penting untuk mengatasi persoalan sampah di kawasan Malang Raya.

“Harapannya jangan sampai gagal, karena ini salah satu solusi untuk menyelesaikan persoalan sampah di Malang Raya,” ujar Anas.

Baca juga: Satgas Pangan Polres Malang dan Bapanas Cek Ketersediaan Telur dan Daging Ayam Jelang Idul Fitri

Anas menilai persoalan sampah di Kota Malang masih cukup kompleks, mulai dari hulu hingga hilir pengelolaan.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved