Senin, 8 Juni 2026

Kota Malang

Wali Kota Malang Akan Evaluasi MBG Prasmanan Setelah Uji Coba Perdana di MIN 2 Malang

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan uji coba program MBG dengan sistem prasmanan masih akan dievaluasi sebelum diterapkan lebih luas.

Tayang:
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Frida Anjani
SURYAMALANG.COM/Rifky Edgar
MBG PRASMANAN - Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama jajaran kepala dinas yang mendampinginya dan anggota dewan saat menghadiri uji coba Makan Bergizi Gratis (MBG) prasmanan di MIN 2 Kota Malang pada Kamis (2/4/2026). 

"Dari situ akan ditentukan apakah model ini bisa diperluas atau perlu penyesuaian," katanya.

Ia juga membuka peluang bagi sekolah lain untuk menerapkan sistem serupa.

Namun dengan sejumlah pertimbangan teknis, seperti ketersediaan ruang dan kesiapan pengaturan waktu.

Selain itu, Wahyu memastikan bahwa pelaksanaan MBG di Kota Malang sejauh ini masih dalam kondisi aman dan terkendali berdasarkan hasil pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait.

"Bisa saja diterapkan di sekolah lain, tapi harus dilihat kondisi masing-masing. Karena ada kelebihan dan kekurangannya," tegasnya.

Di sisi lain, Kepala SPPG Kota Malang Sukun, Gadang 2, Ita Herlistyowati, mengungkapkan bahwa uji coba prasmanan ini merupakan arahan langsung dari pusat sekaligus momentum kegiatan halalbihalal di sekolah.

Ia menyebut uji coba di MIN 2 Kota Malang ini menjadi yang pertama dilakukan oleh SPPG Gadang 2, dengan total sekitar 1.600 porsi makanan yang disiapkan, termasuk untuk tenaga pendidik.

Menu yang disajikan pun dibuat spesial dengan nuansa Lebaran.

Seperti ayam, sayur cecek tahu, sayur Manisa, ayam, telur kecap, kerupuk dan es buah.

"Karena masih suasana Lebaran, jadi menunya juga menyesuaikan," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, siswa mengambil makanan sendiri dengan sistem antre dalam beberapa jalur. 

Namun, tetap ada pengawasan dari tim SPPG dan guru untuk mengontrol porsi agar tidak berlebihan.

"Anak-anak mengambil sendiri, tapi tetap diawasi tim kami. Jadi kalau ada yang berlebihan bisa diarahkan," katanya.

Meski berjalan lancar, Ita mengakui ada tantangan baru dalam sistem prasmanan, terutama dari sisi persiapan dan distribusi.

"Kalau prasmanan ini memang lebih ribet di persiapan. Karena makanan dibawa dalam jumlah besar dan harus ditata di lokasi. Beda dengan ompreng yang sudah siap dibagikan," jelasnya.

Ke depan, pihaknya masih menunggu hasil evaluasi untuk menentukan apakah sistem ini akan dilanjutkan atau perlu perbaikan.

"Kalau efektif, tentu ada kemungkinan dilanjutkan. Tapi kalau ada kendala, kita cari solusi bersama. Kami siap mengikuti arahan selanjutnya," tandasnya.

Ikuti saluran SURYAMALANG di >>>>> News.google.com

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved