Teka-teki Kompol C Ditangkap Usai Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Pangkatnya Paling Tinggi

Teka-teki Kompol C ditangkap usai ojol tewas dilindas rantis Brimob, pangkatnya paling tinggi dari 7 anggota polisi yang ditangkap diperiksa Propam.

KOMPAS.com/RIDHO DANU PRASETYO/Dok pribadi ist/Warta Kota
BRIMOB LINDAS OJOL - Driver ojol inisial Affan Kurniawan (KANAN) warga Palmerah, Jakbar tewas usai dilindas rantis Brimob di Pejompongan, Kamis (28/8/2025). Peristiwa terjadi saat demo di DPR, Kamis (28/8/2025) hingga berujung ricuh. Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri (KIRI) di RSCM, Kamis (28/8/2025). Dari 7 polisi yang ditangkap Kompol C paling tinggi jabatannya, siapa dia? 

IM57+ Institute, memandang insiden ini sebagai ancaman serius bagi iklim demokrasi dan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Menurut Lakso, yang juga merupakan mantan penyidik KPK, penanganan brutal terhadap demonstran akan memukul mundur kebebasan berpendapat yang menjadi esensi dari demokrasi. 

Oleh karena itu, pertanggungjawaban harus dilakukan secara jelas hingga ke tingkat pimpinan tertinggi.

"Tindakan penanganan dengan brutal ini berbahaya bagi iklim demokrasi dan anti-korupsi sehingga pertanggungjawaban harus dilakukan secara jelas, termasuk pada level Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Presiden Republik Indonesia," tegasnya.

Kronologi dan Respons Pihak Berwenang

Affan Kurniawan menjadi korban tewas dalam aksi unjuk rasa yang berujung ricuh pada Kamis malam. 

Berdasarkan video yang beredar luas, korban terlindas rantis Baraccuda Brimob saat aparat berusaha membubarkan massa. 

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), namun nyawanya tidak tertolong.

Jenazah Affan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada Jumat (29/8/2025) pagi, diiringi oleh rekan-rekannya sesama pengemudi ojek online.

Baca juga: 4 Daerah Menaikkan PBB sampai 1000 Persen Rakyat Menjerit: Jombang Bayar Pakai Koin, Cirebon Demo

Menanggapi insiden ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada keluarga korban saat menemui mereka di RSCM pada Jumat dini hari.

"Saya mengucapkan belasungkawa dan dukacita yang mendalam dan minta maaf dari institusi kami. Kami akan tindaklanjuti peristiwa yang terjadi," ujar Jenderal Sigit.

Sementara itu, pihak Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, juga menyampaikan permohonan maaf dan meminta aparat kepolisian untuk lebih sabar serta berhati-hati dalam menangani unjuk rasa.

"Kami secara khusus meminta kepada aparat kepolisian untuk tetap sabar dan melakukan tindakan pengamanan dengan penuh kehati-hatian. Tentu nya kami memohon maaf atas kejadian apapun, yang sudah pasti tidak kita inginkan," kata Prasetyo.

(Tribunnews.com/Kompas.com/Tribunnews.com)

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved