Kabar Nusa Tenggara Timur

Kronologi & Fakta Siswi SD Dijadikan Budak Nafsu Sopir Bemo, Disekap Hingga Diperkosa Berkali-kali

Siswi kelas 6 SD di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dijadikan budak nafsu oleh sopir bemo. Disekap di dalam kamar dan diperkosa berkali-kali

Editor: eko darmoko
IST
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM - Siswi kelas 6 SD di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dijadikan budak nafsu oleh sopir bemo.

Peristiwa ini pun membuat FN (32), orang tua korban, marah besar begitu mengetahui cobaan yang dialami oleh putrinya.

Sopir bemo yang menjadikan siswi kelas 6 SD sebagai budak nafsu itu bernama Marten.

Sedangkan siswi kelas 6 SD itu berinisial YN berusia 12 tahun.

4 Fakta Pernikahan Bocah SD & SMP di Kalimantan yang Viral, Pihak Keluarga Mengaku Terpaksa

Siswi & Siswa SMP Madiun Berhubungan Intim di Kamar Remang-remang, Videonya Viral di WhatsApp (WA)

Driver Ojek Online Bawa Siswi Masuk ke Dalam Kamar, Mandi Sebelum Ngopi, Lalu Terdengar Teriakan

Marten merupakan sopir bemo Eminem jurusan Kupang - Tofa.

Ia diketahui menyekap, mengancam membunuh, juga memperkosa YN berkali-kali.

"Apa yang dia lakukan harus diberikan hukuman sesuai dengan undang-undang yang ada. Kita ikuti undang-undang yang ada," kata FN, Jumat (1/2/2019).

YN dan keluarganya selama ini tinggal di kontrakan yang terletak di Kelurahan Maulafa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Orang tua YN berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Ia mengaku, hukuman berat harus diberikan kepada Marten.

Kronologi Driver Ojek Online Bentak dan Cabuli Siswi SMP, Modusnya Menyamar Jadi Polisi

Siswi SMP Kakinya Terkilir, Dibawa Masuk ke Rumah Jawara Bela Diri untuk Dipijat, Tapi Malah Hamil

Perselingkuhan Terbongkar karena Ada Suara Desahan di Rumah Kosong, Kisah Berakhir dengan Darah

"Kami keluarga saat mendengar kejadian ini kaget. Tidak sangka-sangka terjadi seperti ini," kata FN sembari menyusui anak bungsunya yang baru berusia dua bulan.

Selain keluarga yang mengalami trauma atas kejadian tersebut, lanjut FN, putri kesayangannya yang masih berstatus siswi SD juga mengalami trauma atas kejadian tersebut.

"Dia trauma. Dia bilang saat kejadian dia disekap dalam kos. Seandainya dia melawan dan lari, dia akan dikasih mati (dibunuh)," ujarnya.

"Karena sudah di dalam kamar yang terkunci terus pelaku sudah mengambil kuncinya."

"Jadi dia tidak berani minta tolong atau lari," tutur FN.

Dia mengaku, putri sulungnya merupakan anak yang aktif dalam lingkungan rumah akan tetapi pascakejadian, putrinya merasa takut dan trauma.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved