Blitar
Kabur, Tak Punya Uang, Tahanan Anak Jalan Kaki 15 Km dari Lapas ke Rumah
"Ada yang tak langsung pulang, melainkan sempat putar-putar dulu,"
SURYAMALANG.COM, BLITAR - Tiga nara pidana (Napi) anak yang kabur satu hari dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A anak, Blitar, Jawa Timur, kini sudah kembali ke Lapas.
Tiga anak yang kabur pada Kamis (14/5/2015), ditangkap di rumahnya masing-masing. Dan langsung dibawa kembali ke Lapas, Jumat (15/5/2015).
Baca Juga : Jebol Besi Tahanan Pakai Tangan, 4 Anak Kasus Pencabulan Kabur dari Lapas
Tiga anak itu, yakni Bia (16), warga Kelurahan/Kecamatan Kanigoro, Chs (16), warga Desa Slorok, Kecamatan Garum, Msp (16), warga Desa Kemloko, Kecamatan Ngelegok. Mereka semua asal Kabupaten Blitar.
Baca Juga : Kabur, Tak Punya Uang, Tahanan Anak Jalan Kaki 15 Km dari Lapas ke Rumah
Sedang, Rfi (15), napi anak asal Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar, sudah kembali ke Lapas pada Kamis (14/5/2015).
Rfi diantar kembali ke Lapas oleh ibunya, Str, setelah sempat kabur beberapa jam, Kamis (14/5/2015).
Baca Juga : Sang Ibu Ketakutan, Lalu Antar Balik Anaknya ke Lapas Setelah Kabur
"Mereka ditangkap di rumahnya masing-masing, setelah disanggong petugas. Ada yang tak langsung pulang, melainkan sempat putar-putar dulu. Apalagi, mereka tak punya uang, sehingga jalan kaki dari Lapas ke rumahnya. Padahal, jaraknya jauh, ada yang sekitar 15 Km, jarak rumahnya dari Lapas," kata Imam Setia Gunawan SH MH, Kalapas Kelas II A anak Blitar, Jumat (15/5/2015).
Baca Juga : Empat Tahanan Anak Kabur dari Lapas karena Ingin Puasa dan Lebaran di Rumah
Meski disanggong di rumah mereka, namun petugas saat menangkap pun tak seenaknya. Tak seperti menangkap tahanan dewasa, melainkan tetap diperlakukan layaknya anak-anak. Tujuannya, agar mereka tak merasa ketakutan.
"Petugas, kami ingatkan, jangan lupa, mereka harus diperlakukan seperti anak kita sendiri," paparnya.
Bahkan, sesampai di Lapas kembali, mereka tak diperlakukan kasar, meski telah berbuat salah. Mereka tak langsung diintrogasi melainkan diajak bernyanyi ramai-ramai. Agar tak merasa bersalah atau lebih-lebih merasa ketakutan, mereka diajak berjoget.
Seperti Kamis (14/5/2015), empat napi anak itu kabur dari kamar tahanannya setelah menjebol tralis besi jendela belakang. Selanjutnya, mereka kabur.
(Imam Taufiq)