Kekerasan di SMP Negeri Kota Malang

Korban Kekerasan atau Perundungan, MS Terus Menangis Semenjak Jalani Operasi Amputasi Jari

Taufik, paman MS, menerangkan bahwa MS menangis terus usai operasi amputasi hingga pagi hari , Rabu (5/2/2020).

Kolase HUmas Polresta Malang Kota - Aminatus Sofya
Kondisi korban kekerasan, MS dirawat di RS Lavalatte, Jumat sore (31/1/2020) dan Kapolresta Malang Kota AKBP Leonardus Sinarmata 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kondisi memprihatinkan yang dialami MS, korban kekerasan atau perundungan di SMP negeri di kota Malang terjadi pasca operasi amputasi.

Paman MS, Taufik menyebut remaja laki-laki itu terus menangis semenjak menjalani operasi amputasi.

Taufik, menerangkan bahwa MS menangis terus usai operasi amputasi hingga pagi hari , Rabu (5/2/2020).

6 Poin Hasil Pertemuan Tertutup Antara Wali Kota Malang dan Kepala SMP Terkait Kasus Perundungan

Tanggapan Psikolog Terkait Kasus Perundungan Siswa SMP di Kota Malang

Wali Kota Malang : Kepala Sekolah, Wakilnya dan Guru Harus Dihukum, Kasus Kekerasan pada MS

"Mungkin syok karena yang awalnya punya jari namun tiba tiba menghilang. Namun bagaimana lagi, karena hal itu harus dilakukan. Dan sebelum melakukan operasi, pihak dokter juga telah memberitahu kepada pihak keluarga dan kami menyetujuinya," ujar Taufik. 

Seperti diberitakan sebelumnya, MS telah menjalani operasi amputasi pada Selasa (4/2/2020) malam.

Sebagian dari ruas jari tengah tangan kanan MS harus diamputasi.

Tim dokter yang menangani memutuskan untuk melakukan amputasi setelah melalui masa observasi.

Guna menjaga kondisi psikologisnya Polresta Malang Kota terus melakukan pendampingan psikologis kepada MS.

"Kami tetap terus melakukan pendampingan untuk trauma healing kepada korban. Kita lakukan hingga keadaannya pulih sehingga tidak ada batasan waktu untuk pendampingan itu," ujar Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata kepada TribunJatim.com (Grup SURYAMALANG.COM), Rabu (5/2/2020).

Ia menjelaskan akibat trauma psikis itu, hingga saat ini korban belum dapat dimintai keterangan.

Selain itu, mantan Wakapolrestabes Surabaya tersebut juga mengungkapkan bahwa selama pemeriksaan, tidak ada perkataan satu pun yang menyebutkan tentang gesper yang dituding menjadi penyebab jari MS terluka.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved