Liputan Khusus Malang
Kasus Bunuh Diri di Malang Naik Signifikan, Ada Korban yang Tak Kuat Nahan Sakit
Angka kasus bunuh diri di Kota Malang sepanjang tahun 2023 masih cukup tinggi.
SURYAMALANG.COM, MALANG - Angka kasus bunuh diri di Kota Malang sepanjang tahun 2023 masih cukup tinggi. Bahkan jumlah kasus bunuh diri dalam setahun terakhir naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Untuk tahun 2023, tercatat ada 25 kasus bunuh diri. Sedangkan tahun 2022 ada sembilan kasus bunuh diri," kata AKP Sutomo, Kabag Ops Polresta Malang Kota kepada SURYAMALANG.COM pada 27 Desember 2023.
Terbaru, mantan mahasiswi berinisial LD (24) bunuh diri di Gedung Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Brawijaya (UB) pada 14 Desember. Diduga wanita asal Kabupaten Malang tersebut melompat dari Lantai 12 dan jatuh di balkon Lantai 4.
Dari total kasus bunuh diri di Kota Malang tahun 2023, mayoritas terjadi di Kecamatan Lowokwaru, yaitu 11 kasus. Disusul Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Sukun yang masing-masing ada empat kasus. Sedangkan Kecamatan Klojen dan Kecamatan Blimbing masing-masing ada tiga kasus.
Sedangkan di tahun 2022, kasus bunuh diri paling banyak terjadi di Kecamatan Blimbing, yaitu empat kasus. Lalu Kecamatan Klojen sebanyak dua kasus dan Kecamatan Kedungkandang sebanyak satu kasus. Sedangkan dua kasus ditangani Polresta Malang Kota.
Sutomo tidak mengetahui faktor atau penyebab yang melatarbelakangi seseorang mengakhiri hidupnya. "Kami hanya mendata jumlahnya saja. Soal faktor atau penyebab yang melatarbelakangi seseorang mengakhiri hidupnya, bisa langsung bertanya ke pihak yang menangani," terangnya.
Sakit
Kasus bunuh diri di wilayah hukum Polres Malang juga sangat tinggi. Jumlah kasus bunuh diri tahun 2023 juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Total ada ada 32 kasus bunuh diri selama 2023. Sedangkan pada 2022 ada 21 kasus. "Kasus ini meningkat sebanyak 11 kasus atau jika dipresentasikan sebanyak 52,38 persen," ujar AKBP Putu Kholis Aryana, Kapolres Malang.
Kholis mengatakan faktor dominan yang menyebabkan seseorang bunuh diri adalah menderita sakit yang tak kunjung sembuh, seperti diabetes, komplikasi, dan stroke. Tercatat ada 15 kasus bunuh diri yang dipicu akibat sakit tak kunjung sembuh ini.
Faktor lainnya adalah karena depresi dan ekonomi. "Untuk depresi mencapai 26,41 persen atau sembilan kasus. Depresi ini bisa dilatarbelakangi masalah keluarga atau percintaan," jelasnya.
Sedangkan faktor ekonomi mencapai 21,64 persen. Faktor ekonomi ini meliputi korban yang memiliki permasalahan utang. Kholis menjelaskan di antara tiga faktor tersebut, ada faktor pendukung.
"Seperti karena faktor sakit menahun dibarengi dengan faktor depresi. Mungkin juga karena faktor beban mental karena tingginya utang. Faktor ini saling behubungan," jelasnya.
Polres Malang memiliki upaya untuk menekan angka kasus bunuh diri, seperti asesmen psikologi awal, dan pendampingan oleh tim trauma healing bersama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang.
"Seperti kami gagalkan aksi bunuh diri oleh ibu dan anak di Bululawang. Dalam hal ini kami cegah dan treatment sehingga kejadian itu tidak terjadi," tukasnya.
33 Pasar di Kabupaten Malang Belum SNI |
![]() |
---|
Nongkrong di Pasar Tradisional Bisa Lihat Kota Malang yang Alami |
![]() |
---|
Bisa Nikmati Roti Khas Perancis di Pasar Oro-oro Dowo, Kota Malang |
![]() |
---|
Anak Muda Gandrung Belanja di Pasar Tradisional, Rela Antre Sejam demi Dapat Makanan |
![]() |
---|
Citra Zacharia Ambil Peluang Modernisasi Pasar Oro-oro Dowo Kota Malang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.