Berita Malang Hari Ini

Isi Buku Harian Istri di Malang Dipaksa Suami Minum Pembersih Lantai hingga Tewas, Dianggap Pembantu

Isi buku harian istri di Malang dipaksa suami minum pembersih lantai hingga tewas, selama ini cuma dianggap pembantu.

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Lu'lu'ul Isnainiyah/Purwanto
DDM (40) (tengah) tersangka di Malang paksa istri minum pembersih lantai hingga tewas, korban selama ini dianggap pembantu 

SURYAMALANG.COM, - Isi buku harian istri di Malang dipaksa suami minum pembersih lantai hingga tewas diungkap polisi. 

Dalam buku harian tersebut, korban menulis keluh kesahnya terhadap perlakuan suami selama ini. 

Istri yang dipaksa minum pembersih lantai tersebut adalah DS (41) sedangkan suami atau pelaku adalah DDM (41). 

Pasangan suami istri itu tinggal di Perumahan Bumi Mondoroko Raya (BMR), Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang

DS pun tewas di rumahnya sendiri pada Rabu (25/1/2024).

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah Hidayat mengatakan dalam buku hariannya, korban semasa hidup menulis hubungannya dengan sang suami yang tidak pernah akur.

Hal tersebut juga diperkuat dari keterangan para aksi.

“Dari diary korban ini melambangkan bahwa kurang akur. Salah satu kutipannya: ‘Di rumah cuma main HP, nggak pernah ngajak ngobrol istri. Istri dianggurin dianggap pembantu, tapi nggak digaji'," kata Gandha mengutip tulisan diary korban pada Senin (12/2/2024).

Baca juga: Penjelasan Chef Juna Geger dengan Sopir Truk Nyaris Jadi Korban, Asal Belok, Ngebut dan Ugal-ugalan

Artikel Kompas.com 'Isi 'Diary" Perempuan di Malang yang Tewas Diracun Suami'.

Rumah TKP kasus KDRT suami diduga cekoki cairan pembersih lantai ke istrinya di Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Kamis (25/1/2024)
Rumah TKP kasus KDRT suami diduga cekoki cairan pembersih lantai ke istrinya di Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Kamis (25/1/2024) (SURYAMALANG.COM/Lu'lu'ul Isnainiyah)

Gandha mengatakan antara pelaku dan korban saling curiga masing-masing memiliki selingkuhan.

“Jadi keduanya, pelaku dan korban, sama-sama mencurigai masing-masing memiliki pria idaman lain, maupun wanita idaman,” terang Gandha.

Gandha juga menjelaskan dalam buku harian korban, ada curahan korban yang tak suka dengan suaminya yang sering memuji perempuan lain.

"Isinya buku diary ungkapan curahan isi hati korban selama hidup yang dugaan kami mengarah kepada suami atau pelaku," tutur Gandha. 

Selain itu dalam buku harian tersebut juga terungkap jika korban kerap mendapat kekerasan dalam rumah tangga sejak tahun 2015 hingga 2019.

"Kemudian puncaknya pada 24 Januari 2024 mereka sempat bertengkar," jelas Gandha.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved