Berita Malang Hari Ini

Salat Jumat Pertama Masjid Agung Jami Kota Malang di Bulan Ramadhan 1445 Hijriah, Jamaah Meluber

Jamaah yang datang pada salat Jumat pertama di Masjid Agung Jami Malang di Ramadan 1445 hijriah mencapai sekitar 5.000 jamaah.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Umat muslim melaksanakan salat jumat pertama di bulan Ramadhan 1445 H di Masjid Agung Jami' Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (15/3/2024). Takmir masjid setempat menyebut sekira 5000 jamaah memadati Masjid Agung Jami' Kota Malang di jumat pertama ramadan 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Antusias warga Kota Malang melaksanakan ibadah salat Jumat di Masjid Agung Jami Malang saat Ramadan begitu tinggi, Jumat (15/3/2021).

Jamaah yang datang pada salat Jumat pertama di Ramadan 1445 hijriah mencapai sekitar 5.000 jamaah.

Jamaah bahkan meluber hingga ke Alun-alun Merdeka.

Dalam pelaksanaan salat jamaah Jumat tersebut, KH Ghozieudin Djufri didapuk menyampaikan khutbah.

Dalam khutbahnya, ia menyampaikan pesan makna puasa di Bulan Suci Ramadan.

Ghozieudin menjelaskan surat al Baqarah ayat 183 yang berisi perintah melaksanakan puasa bagi orang yang beriman.

Al Baqarah ayat 183 secara rinci berisi: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa".

"Ramadan adalah bulan berlatih agar diri menjadi orang bertakwa. Dalam Al Baqarah ayat 183, ada tiga poin penting, pertama Allah hanya memanggil orang-orang beriman. Allah tidak memanggil orang yang tidak beriman. Tentu bagi mereka yang beriman, merasa terpanggil dengan panggilan Allah," ujar Ghozieudin, Jumat (15/3/2024).

Orang-orang beriman terpanggil untuk menjalankan perintah Allah melaksanakan puasa di Ramadan.

Poin kedua, Allah kewajiban puasa diperintahkan kepada orang-orang yang beriman.

Mengutip al Baqarah ayat 183 yang menjelaskan kewajiban puasa ini sebagaimana atas orang-orang sebelumnya, Ghozieudin menegaskan bahwa perintah puasa juga pernah dilakukan oleh nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad SAW. 

"Ini berarti bahwa puasa bukan syariat yang baru, bukan di era Nabi Muhammad SAW, umat terdahulu juga berpuasa. Nabi Musa, Daud dan Nuh juga berpuasa," paparnya.

Poin ketiga, melaksanakan kewajiban puasa Ramadan membuat orang menjadi bertakwa. Orang-orang yang bertakwa dijanjikan surga oleh Allah.

Melaksanakan kewajiban puasar Ramadan juga dapat menghapus dosa-dosa terdahulu.

"Orang-orang bertakwa itulah yang akan mendapatkan surga. Menghapus dosa-dosa kita. Nabi bersabda, barang siapa berpuasa Ramadan karena iman kepada Allah, mencari pahala kepada Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved