Liputan Khusus Malang
Kampung Kramat Tak Terawat, Akan Dihapus dari Daftar Tujuan Wisata Kota Malang
Pemkot Malang akan menghapus Kampung Kramat Kasin dari daftar tujuan wisata yang direkomendasikan.
Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
"Realisasi pemenang lomba itu, kami dibangunkan museum, gapura, akses jalan, dan taman. Setelah pembangunan berjalan, kampung diresmikan pada awal 2018. Setelah peresmian itu, kami kesulitan berkembang karena tidak ada anggaran untuk pemeliharaan," ujar Reni.
Bila ide kampung tematik muncul dari warga dan ada dukungan pendanaan, ketua RT 7 ini yakin kondisinya bisa lebih hidup. Sejak kampung tematik dibangun pada 2018, tidak ada sepeser dana pun yang dikucurkan untuk mendukung perkembangan Kampung Kramat Kasin.
"Kampung ini muncul dari atas. Jadi peran serta masyarakat kurang karena ide tidak dari masyarakat. Pemerintah juga tidak mendukung anggaran, makanya kami kesulitan berjalan," tambahnya.
Potensi yang bisa dikembangkan di Kampung Kramat Kasin adalah kerajinan tangan. Warga perlu dibina atau dididik agar bisa menghasilkan kerajinan tangan. Menurutnya, setelah peresmian Kampung Kramat, pembangunan SDM lebih penting daripada pembangunan fisik.
"Kami ingin ada pelatihan pembuatan souvenir atau kegiatan kesenian yang bisa ditampilkan di acara tertentu. Kalau hanya titik foto saja, orang hanya ingin melihat sekali. Setelah datang, ya sudah. Kalau mau buka tiket, kami juga kesulitan karena ini adalah makam," paparnya.
Saat ini, mayoritas warga bekerja sebagai pembersih makam sehingga bisa mendapat pemasukan. "Makanya kampung ini punya slogan 'kematian yang menghidupi'. Kami banyak melayani saja dengan membersihkan makam," terangnya.
Saat ini, kondisi kampung sepi. Atas rekomendasi dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, pengurus Pokdarwis Kampung Kramat Kasin mengirim surat yang berisi tentang vakumnya aktivitas wisata pada 2023.
"Sekarang vakum, kami tidak ada progres. Pengurus dan ketua RT malu karena tidak ada progres. Setiap ada pertemuan, kami selalu ditanya bagaimana perkembangannya. Kami malu sendiri. Kampung lainnya berkembang, tapi kami tetap seperti ini saja," ujar Reni.
33 Pasar di Kabupaten Malang Belum SNI |
![]() |
---|
Nongkrong di Pasar Tradisional Bisa Lihat Kota Malang yang Alami |
![]() |
---|
Bisa Nikmati Roti Khas Perancis di Pasar Oro-oro Dowo, Kota Malang |
![]() |
---|
Anak Muda Gandrung Belanja di Pasar Tradisional, Rela Antre Sejam demi Dapat Makanan |
![]() |
---|
Citra Zacharia Ambil Peluang Modernisasi Pasar Oro-oro Dowo Kota Malang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.